KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Polisi memastikan kematian seorang pria yang ditemukan tak bernyawa di balkon kamar 1104 Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7) malam lalu, murni akibat bunuh diri. Korban yang diketahui berprofesi sebagai direktur keuangan di salah satu perusahaan swasta tersebut dipastikan mengakhiri hidupnya sendiri tanpa ada keterlibatan pihak lain.
Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menegaskan bahwa kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan saksi-saksi, termasuk sopir pribadi korban dan pihak hotel.
Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk di Depan Kompi Petung PPU, Satu Rumah Rusak Berat dan Bank BTN Ikut Terbakar
"Tidak ada (unsur kriminal), niat mengakhiri hidup sendiri," ujar Joko kepada awak media, dikutip Sabtu (18/7).
Peristiwa tragis ini bermula saat korban memutuskan menginap di hotel tersebut dengan ditemani sopir pribadinya yang menunggu di area parkir. Pihak kepolisian mengungkapkan, korban diduga tengah menghadapi masalah pribadi dengan sang istri. Sebelum insiden terjadi, keduanya sebenarnya sedang berupaya menjalin komunikasi untuk memperbaiki hubungan.
Baca Juga: Tragis, Bos Perusahaan Tewas di Hotel Jaksel Saat Berupaya Damai dengan Istri
"Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," papar Joko.
Namun, situasi berubah setelah korban mendadak mengirimkan pesan singkat berisi permintaan maaf kepada istri dan anaknya. Merasa isi pesan tersebut janggal dan mencurigakan, sang istri bergegas menyusul ke hotel. Sayang, sesampainya di kamar 1104, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di area balkon.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Galon Hantam 9 Kendaraan di Sibolangit: 4 Tewas, 8 Luka-Luka
Di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan satu pucuk senjata api jenis Baretta Tomcat kaliber 32 Auto. Terkait temuan tersebut, Joko memastikan senjata api yang digunakan korban statusnya legal dan memiliki izin resmi.
"Lengkap, ada suratnya kok," tegasnya. Saat ini, senjata api tersebut telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki kecenderungan bunuh diri, silakan segera hubungi layanan kesehatan mental atau fasilitas kesehatan terdekat.
Editor : Thomas Priyandoko