Nasib Duo Sahabat yang Kini Jadi Tersangka, Febrie Adriansyah Melenggang Santai, Don Ritto Langsung Pakai Rompi Oranye

Hernawati • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 12:36 WIB
Kolase foto eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto.
Kolase foto eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto.

KALTIMPOST.ID, Kisah persahabatan mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah dengan pengacara Don Ritto berujung pait.

Keduanya jadi tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditetapkan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Walaupun sama-sama berstatus tersangka, perlakuan dan nasib dua sahabat ini sangat kontras.

Hingga hari ini Febrie Adriansyah belum ditahan. Febrie lolos penahanan saat kasus masih ditangani Polri hingga berkas dilimpahkan ke Kejagung.

Febrie bahkan diperbolehkan pulang tanpa mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan maraton selama 11 jam dengan 18 pertanyaan di Kejagung.

Didampingi sang kuasa hukum, Hotman Paris Hutapea, Febrie dicecar 18 pertanyaan berkaitan dengan perkara PT Asabri.

“Hari ini sudah di-BAP tadi dari jam sembilan sampai baru selesai. Ada 18 pertanyaan. 18 pertanyaannya sudah dijawab dengan baik,” ujar Hotman.

Sebaliknya, Don Ritto langsung ditahan Kortastipidkor Polri sejak 10 Juli 2026 di Rutan Polda Metro Jaya.

Mengenakan rompi tahanan oranye dengan masker menutupi mulut, Don Ritto dikawal ketat aparat bersenjata.

Ia tertunduk lesu, tangan terborgol, memegangi kepala, lalu berganti rompi pink sebelum digiring ke mobil tahanan.

Sepanjang proses penahanan itu, ia bungkam.

Jejak Kedekatan Febrie Adriansyah dan Don Ritto

Febrie Adriansyah dan Don Ritto memiliki hubungan yang erat sejak masa perkuliahan.

Hubungan keduanya telah terbangun lama di Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja).

Febrie Adriansyah merupakan senior angkatan 1986 sedangkan Don Ritto menyusul tiga tahun kemudian sebagai angkatan 1989.

Kedekatan ini terus berlanjut di luar kampus melalui organisasi Ikatan Alumni Unja.

Febrie menduduki posisi Ketua Dewan Penasihat (periode 2023–2027) dan Don Ritto menjabat sebagai Bendahara (periode 2022–2026).

Kongsi Bisnis Kafe dan Temuan Brangkas Rp 60 Miliar

Tak hanya teman satu kampus, hubungan senior-junior ini berkembang menjadi kemitraan bisnis.

Keduanya diketahui pernah bekerja sama mengelola restoran bernama de'Clan di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Walaupun akhirnya Febrie mundur dari manajemen setelah bisnis tersebut sempat dinyatakan bangkrut, Don Ritto lantas mengambil alih kepemilikan penuh dan mengubah namanya menjadi "de Clan Cafe & Restaurant".

Dari bisnis bersama inilah, pihak kepolisian berhasil membongkar temuan mencengangkan berupa uang tunai lintas mata uang asing senilai Rp 60 miliar yang disembunyikan di dalam brankas dinding lantai dua kafe, serta uang Rp 7,2 miliar dari tempat penukaran uang di sebelahnya.

 

Editor : Hernawati
Febrie Adriansyah don ritto tersangka penahanan