Kasus Tewasnya Sekdin PRKP Bangkalan Ruly Yunis: Erlan Diduga Disembunyikan Sindikat Penipuan, Keluarga Minta Segera DPO

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, SIDOARJO – Keberadaan Erlan, pria yang diduga terlibat dalam kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, hingga kini masih belum diketahui.

Meski aparat kepolisian telah melakukan pencarian di berbagai daerah, keberadaan pria tersebut masih menjadi misteri.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menduga Erlan tidak bersembunyi sendirian. Menurutnya, ada pihak lain yang diduga membantu menyembunyikan pria tersebut sehingga upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Daftar Lengkap 29 Pejabat Kejaksaan RI Dimutasi, Chatarina Muliana Resmi Jadi Kajati Kaltim Gantikan Supardi

Risang menilai Erlan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan penipuan berkedok love scam. Dugaan itu muncul setelah sejumlah orang, yang sebagian besar merupakan perempuan, mengaku pernah menjadi korban pria tersebut.

Selama proses pencarian, berbagai lokasi yang diduga pernah menjadi tempat tinggal maupun persinggahan Erlan telah didatangi. Di antaranya Jimbaran, Bali, Banyuwangi, Jakarta Selatan, Tasikmalaya, Makassar, hingga Malang. Namun, seluruh penelusuran tersebut belum berhasil menemukan keberadaannya.

Keluarga korban mengaku terus berkomunikasi dengan penyidik dan mendapat informasi bahwa proses pengejaran terhadap Erlan masih berlangsung. Hingga kini belum ada perkembangan signifikan mengenai lokasi persembunyiannya.

Menurut Risang, kecil kemungkinan Erlan mampu menghindari kejaran aparat seorang diri selama berbulan-bulan. Ia meyakini ada orang atau kelompok yang membantu memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus melindunginya dari pengejaran.

Ia juga menduga Erlan masih berada di Pulau Jawa sehingga peluang penangkapan masih terbuka apabila pencarian diperluas.

Selain meminta polisi terus memburu Erlan, keluarga korban mendesak agar status pencarian ditingkatkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat ini nama Erlan disebut telah masuk daftar pencarian internal penyidik, tetapi belum diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

Menurut keluarga korban, penetapan status DPO akan memperluas ruang pencarian karena masyarakat dapat turut memberikan informasi mengenai keberadaan pria tersebut.

Di sisi lain, kuasa hukum mengaku menerima sejumlah laporan dari orang-orang yang mengaku pernah menjadi korban dugaan penipuan Erlan. Salah satu korban di Bandung disebut mengalami kerugian hingga Rp144 juta, sedangkan korban lain di Jakarta mengaku sempat dinikahi sebelum akhirnya ditinggalkan setelah hartanya dikuras.

Baca Juga: Selebgram Mondy Tatto Ditetapkan Tersangka Kasus Tewasnya Anak Punk di Cikarang

Meski demikian, dugaan keterlibatan Erlan dalam jaringan penipuan maupun perkara lain masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan kepolisian.

Keluarga Ruly Yunis Setiawati berharap aparat penegak hukum terus mengusut perkara tersebut hingga tuntas dan segera menemukan Erlan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Mereka juga menegaskan agar kasus ini tidak berhenti tanpa kepastian hukum dan seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Uways Alqadrie
Ruly Yunis Setiawati Dinas PRKP Bangkalan polres bangkalan polda jatim