Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:31 WIB
EDUKASI: Petugas PT Jasa Raharja (Persero) memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar dalam kegiatan Safety Campaign memperingati Hari Anak Nasional 2026.
EDUKASI: Petugas PT Jasa Raharja (Persero) memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar dalam kegiatan Safety Campaign memperingati Hari Anak Nasional 2026.

JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat komitmennya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Upaya preventif tersebut dinilai penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih melibatkan kelompok usia produktif dan pelajar.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan edukasi keselamatan jalan merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi generasi penerus bangsa. Karena itu, Jasa Raharja terus memperkuat perannya, tidak hanya sebagai penyedia santunan korban kecelakaan, tetapi juga sebagai lembaga yang aktif melakukan pencegahan.

"Edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan terus kami perkuat sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas," ujarnya.

Menurut Awaluddin, setiap anak berhak memperoleh lingkungan yang aman, termasuk saat beraktivitas di jalan raya. Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Baca Juga: Catatan Ahmad Hadiwijaya; Refleksi Hari Anak Nasional 2026: Menyayangi Anak, Melindungi Masa Depan Bangsa

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Jasa Raharja menerapkan strategi pembelajaran keselamatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Safety Campaign telah dilaksanakan di delapan taman kanak-kanak dan sekolah dasar dengan melibatkan 198 peserta didik guna mengenalkan dasar-dasar keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Sementara pada jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, program tersebut telah menjangkau 139 institusi pendidikan dengan total 13.095 pelajar dan mahasiswa.

"Kelompok remaja dan mahasiswa menjadi fokus utama karena mereka sudah aktif mengendarai kendaraan bermotor, sehingga memiliki risiko kecelakaan yang relatif tinggi," ungkapnya.

Selain menyasar peserta didik, Jasa Raharja juga memperkuat peran tenaga pendidik melalui Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL).

Pada jenjang usia dini, program ini melibatkan 80 guru TK dan SD untuk menanamkan kebiasaan berlalu lintas yang aman kepada anak-anak. Sedangkan pada tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi, kerja sama dilakukan dengan 509 sekolah dan kampus yang melibatkan 29.974 guru serta dosen.

"Guru dan dosen memiliki peran strategis. Melalui para pendidik, pesan keselamatan dapat terus ditanamkan kepada peserta didik secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari budaya sehari-hari," tutur Awaluddin.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
hari anak nasional 2026 keselamatan berlalu lintas edukasi pelajar Safety Campaign jasa raharja