Perselisihan Sopir Alphard dan Satpam Bundaran HI Berakhir Damai, Proses Hukum Tetap Berjalan

Thomas Priyandoko • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:39 WIB
Keributan sopir Alphard dengan satpam Bundaran HI viral di media sosial.
Keributan sopir Alphard dengan satpam Bundaran HI viral di media sosial.

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ketegangan yang sempat memanas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya mereda.

Perselisihan antara sopir Toyota Alphard dan petugas keamanan (satpam) Fiktor Harefa diselesaikan melalui jalur damai. Namun, penyelesaian tersebut tidak menghapus proses hukum atas dugaan pelanggaran lalu lintas yang kini masih berjalan.

Kesepakatan damai dicapai setelah kedua belah pihak menjalani mediasi di Polsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026). Dalam pertemuan itu, pengemudi dan Fiktor sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan saling mengakui kesalahan serta saling memaafkan.

Baca Juga: Indonesia vs Vietnam Kapan? Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Ronald Arnold Rondonuwu mengatakan, mediasi berlangsung dengan hasil yang disepakati bersama oleh kedua pihak.

"Telah dilaksanakan mediasi antara pihak pengendara dan saudara Fiktor dari pihak keamanan. Disepakati bahwa persoalan perselisihan diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan," ujarnya.

Meski demikian, Braiel menegaskan perdamaian tersebut bukan berarti seluruh persoalan selesai. Jalur damai hanya menyelesaikan konflik antarpihak, sementara dugaan pelanggaran lalu lintas tetap diproses sesuai ketentuan hukum.

Kasus dugaan pelanggaran itu kini ditangani Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Polisi menyelidiki dugaan menerobos lampu merah serta penggunaan pelat nomor kendaraan yang diduga tidak sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Daftar 26 Skuad Timnas Indonesia ASEAN Championship 2026 dan 24 Pemain yang Dicoret John Herdman

"Untuk dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Braiel.

 

Selain itu, polisi mengungkapkan bahwa sopir bersama dua penumpang Toyota Alphard tersebut merupakan anggota Polda Jawa Barat. Dugaan tindakan arogan yang terjadi saat insiden juga menjadi perhatian dan kini ditangani Subbidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat.

"Adanya dugaan tindakan arogansi dari pengemudi maupun penumpang juga akan ditindaklanjuti oleh Subbid Propam Polda Jawa Barat," ujarnya.

Insiden ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video keributan di sekitar penyeberangan Halte Bundaran HI viral di media sosial. Berdasarkan narasi yang beredar di Threads, lampu penyeberangan saat itu telah menyala hijau dan seorang petugas keamanan tengah membantu pejalan kaki menyeberang.

Di saat bersamaan, sebuah Toyota Alphard hitam berpelat nomor D 1**8 XHQ diduga tetap melaju melewati jalur penyeberangan. Petugas keamanan kemudian menegur pengemudi dan disebut sempat menepuk bodi mobil sebagai bentuk peringatan.

Teguran itu diduga memicu reaksi dari penumpang kendaraan. Dalam narasi yang beredar di media sosial, beberapa orang disebut turun dari mobil dan membawa petugas keamanan tersebut ke pos keamanan. Dugaan tindakan itu kini turut menjadi bagian dari pemeriksaan aparat kepolisian.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
perselisihan sopir alphard dan satpam bundaran hi satpam bundaran hi bersujud kabar viral