Kopdes Dikelola Pemerintah 2 Tahun Kemudian Diserahkan ke Desa, Ini Alasannya!

Ilmidza • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi manajer koperasi desa merah putih.
Ilustrasi manajer koperasi desa merah putih.

KALTIMPOST.ID, Pemerintah terus mematangkan penguatan ekonomi dari pinggiran melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ditargetkan, sebanyak 25 ribu Kopdes siap beroperasi mulai September mendatang. Jumlah tersebut diresmikan bakal membengkak hingga 35 ribu unit di akhir tahun.

​Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, pada tahap awal pemerintah tidak langsung melepas pengelolaan begitu saja. Masa transisi disiapkan selama dua tahun.

​"Lalu dua tahun perbaikan, dibenahi, diselesaikan. Setelah dua tahun diserahkan kepada desa. Karena itu koperasi milik desa," kata Zulhas seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.

​Tak sekadar wadah usaha, Kopdes Merah Putih disiapkan menjadi benteng utama penyaluran berbagai program strategis pemerintah. Mulai September nanti, seluruh penyaluran bantuan pemerintah termasuk bantuan sosial (bansos) dan barang-barang bersubsidi akan dipusatkan lewat pintu Kopdes.

​Presiden Prabowo Subianto menilai, kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan rantai pasok nasional. Sebab, untuk pertama kalinya pemerintah memiliki jalur distribusi (retail chain) langsung yang terhubung dari pusat hingga ke tingkat desa.

​Langkah ini diyakini ampuh menyumbat celah permainan spekulan. Kelangkaan bahan pokok maupun aksi penimbunan barang jelang momen krusial seperti Hari Raya Idulfitri dan Tahun Baru diharapkan tak terjadi lagi.

​"Kita tidak bisa lagi di-blackmail. Kita akan tahu persis daerah mana yang kelebihan stok dan mana yang kekurangan. Dengan begitu, pengawasan inflasi jauh lebih cepat dan akurat," ujar Prabowo.

​Untuk menunjang peran vital tersebut, setiap Kopdes akan dibekali infrastruktur mumpuni. Di antaranya gudang penyimpanan, lemari pendingin (cold storage) agar hasil panen warga tak cepat busuk, apotek penyedia obat murah, hingga kendaraan operasional desa.(*)

Editor : Ilmidza
Koperasi Desa Merah Putih