KALTIMPOST.ID, Angin segar berembus bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengidamkan lokasi kerja tak jauh dari rumah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberi sinyal hijau terhadap program uji coba Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memungkinkan abdi negara bertugas lebih dekat dengan domisili.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan, pihaknya menyambut positif terobosan tersebut. Kendati demikian, Rini memberi catatan tebal: kebijakan itu tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Pada hakikatnya ASN harus siap ditugaskan di mana pun. Tentu hal ini disesuaikan dengan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing instansi. Secara pribadi saya senang jika pegawai bisa didekatkan dengan tempat tinggalnya," ujar Rini saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jumat (24/7/2026).
Kewenangan di Tangan PPK
Rini menegaskan, wewenang penuh terkait pemindahan atau penempatan pegawai tetap berada di tangan PPK di setiap instansi. Meski memberi lampu hijau, Rini mengingatkan agar efisiensi lokasi ini tidak dijadikan alasan bagi pegawai untuk mengendurkan kinerjanya.
Menurut dia, urusan domisili dan kewajiban melayani warga adalah dua hal terpisah yang tidak boleh dicampuradukkan.
"Sebagai ASN, kewajiban utama kita adalah memberikan layanan terbaik. Jadi, hal ini harus dipisahkan secara tegas antara kewajiban pelayanan dengan status maupun domisili pegawai," tegasnya.
Ke depan, pemerintah berjanji bakal terus mencari formula ideal demi menjaga keseimbangan antara kesejahteraan ASN dan efektivitas pelayanan publik.
Fokus Work-Life Balance dan Efisiensi
Di sisi lain, program bertajuk ”Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga” tersebut saat ini masih bergulir terbatas di lingkup internal BKN. Uji coba sudah diterapkan pada sejumlah personel di tingkat Kantor Pusat, Kantor Regional, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, langkah ini didasari pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga (work-life balance). Pegawai yang berkumpul dengan keluarga diyakini memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi, yang pada akhirnya memicu mendongkraknya produktivitas kerja.
Tak hanya menggenjot motivasi, skema ini juga dinilai efektif memangkas beban finansial para ASN.
"Pegawai bisa menata kondisi ekonominya dengan lebih baik. Mereka tidak perlu lagi terbebani ongkos ganda untuk transportasi jarak jauh maupun biaya penginapan karena harus tinggal terpisah dari keluarga," pungkas Zudan.
Editor : Ilmidza