Pengakuan Polwan Polda Sumbar Diduga Dilecehkan AKBP: Korban Mengaku Diteror dan Diancam PTDH

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 06:34 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, PADANG – Seorang polisi wanita (Polwan) berpangkat Brigadir yang bertugas di lingkungan Polda Sumatera Barat mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan atasannya berpangkat AKBP. 

Setelah peristiwa itu, ia mengaku mengalami tekanan psikologis hingga mendapat ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2026: Kelas 1, 2, dan 3 Dihapus, Segini Tarif yang Masih Berlaku

Korban, yang identitasnya disamarkan dengan nama Mawar, mengungkapkan bahwa ancaman mulai berdatangan setelah kasus tersebut diketahui pimpinan kepolisian.

Isi pesan yang diterimanya berisi intimidasi, mulai dari ancaman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) hingga mutasi ke daerah yang jauh.

"Setelah kejadian saya menerima pesan dari nomor anonim. Isinya mengancam, kalau tidak PTDH ya dimutasi jauh," ujar Mawar, Minggu (26/7).

Selain ancaman melalui pesan singkat, korban mengaku merasakan perubahan sikap dari sebagian rekan kerjanya. Ia merasa dijauhi dan dipandang negatif sejak kasus itu mencuat.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat beban psikologis yang dialaminya semakin berat.

Korban menjelaskan, dugaan pelecehan terjadi pada 15 Januari 2026 ketika dirinya dipanggil ke ruangan atasannya. Beberapa hari kemudian, tepatnya 19 Januari 2026, suaminya melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolda Sumatera Barat yang saat itu masih menjabat.

Sebagai tindak lanjut awal, pimpinan disebut memindahkan korban ke satuan kerja lain di lingkungan Polda Sumbar. Meski demikian, ia mengaku rasa traumanya belum hilang.

"Walaupun sudah dipindahkan ke satker lain, saya masih trauma jika harus bertemu beliau," katanya.

Baca Juga: Cara Cek Saldo TASPEN Online Ternyata Semudah Ini, Cukup Lewat HP

Sejak dipindahkan, korban menyebut tidak lagi berinteraksi langsung dengan terduga pelaku, kecuali sesekali berpapasan di lingkungan kantor.

Mawar juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga beberapa kali dipanggil oleh jajaran pimpinan Polda Sumbar, termasuk Wakapolda dan Kapolda saat itu. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku diminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumatera Barat terkait pengakuan korban maupun perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut.

Editor : Uways Alqadrie
kriminal Padang polwan dilecehkan polda sumbar