KALTIMPOST.ID, TABANAN – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman KD, pria yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan warga karena dituduh mencuri seekor ayam aduan di Kabupaten Tabanan, Bali.
Kesedihan keluarga semakin terasa ketika anak perempuan korban tak mampu membendung air mata saat mengiringi pemakaman sang ayah. Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Pengakuan Polwan Polda Sumbar Diduga Dilecehkan AKBP: Korban Mengaku Diteror dan Diancam PTDH
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia menyebut KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sedangkan dua lainnya masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku kelas 1 SMA dan kelas 1 SD.
Menurut Sutama, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga. Ia menilai tindakan menghakimi seseorang hingga menyebabkan hilangnya nyawa tidak dapat dibenarkan, sekalipun korban diduga melakukan tindak pidana.
"Kalau ada dugaan pencurian, seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai persoalan seperti ini berujung hilangnya nyawa seseorang," ujarnya.
Ia mengaku ikut merasakan kesedihan saat menjemput jenazah korban dan melihat langsung anak-anak korban menangis kehilangan ayah mereka.
Meski demikian, keluarga disebut telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak berencana menempuh jalur hukum terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, Polres Tabanan masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Selain menyelidiki dugaan pencurian ayam, penyidik juga mengusut kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di wilayah Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Korban diduga dipergoki warga saat hendak membawa seekor ayam aduan milik warga setempat.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2026: Kelas 1, 2, dan 3 Dihapus, Segini Tarif yang Masih Berlaku
Polisi kini memeriksa sejumlah saksi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Hingga kini proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Editor : Uways Alqadrie