KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Aparat gabungan TNI dan Polri masih mempertahankan pengamanan ketat di kawasan Jalan Tambak, Menteng hingga Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Langkah ini dilakukan menyusul bentrokan antarkelompok warga sehari sebelumnya yang menewaskan seorang pemuda dan melukai satu orang lainnya.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, sekitar 200 personel gabungan dari TNI, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Menteng tetap ditempatkan di sejumlah titik rawan.
Hingga kini belum ada rencana menarik pasukan karena situasi masih terus dipantau.
Pengamanan diperketat setelah muncul potensi aksi balasan dari rekan korban pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Karena itu, aparat memutuskan tetap berjaga sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman dan tidak lagi berpotensi memicu bentrokan lanjutan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan operasional kepolisian, mulai dari bus, truk hingga kendaraan taktis, masih berada di sepanjang Jalan Tambak. Personel Brimob dengan perlengkapan lengkap juga tampak bersiaga di beberapa titik strategis.
Selain itu, dua unit ambulans dan satu kendaraan water cannon milik TNI AD disiagakan di sekitar Masjid Jami' Matraman. Puluhan personel Brimob bermotor juga melakukan patroli untuk memperkuat pengamanan kawasan.
Meski penjagaan masih berlangsung, aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di Jalan Tambak maupun Jalan Matraman Raya pada Senin pagi dilaporkan kembali berjalan normal.
Baca Juga: Pohon Mangga Berbuah 300 Varietas, Kalimullah Khan Pecahkan Rekor Dunia
Suasana Mencekam
Suasana di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, kembali memanas pada Minggu (26/7) malam.
Beberapa jam setelah bentrokan yang menewaskan seorang pemuda, sekelompok orang kembali mendatangi kawasan tersebut dan memicu kekhawatiran warga.
Berdasarkan keterangan warga, rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang itu datang sekitar tengah malam dari arah Matraman menuju Jalan Tambak. Mereka disebut membawa sejumlah senjata tajam, termasuk parang serta busur panah.
Kedatangan massa membuat warga memilih tetap berada di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan. Banyak di antara mereka tidak dapat beristirahat karena khawatir situasi kembali tidak terkendali.
Seorang warga, Isnawati, mengaku cemas lantaran anak dan suaminya masih berada di luar rumah saat kondisi kawasan belum sepenuhnya aman. Kekhawatiran itu membuat dirinya terus memantau perkembangan hingga dini hari.
Menurut warga, penjagaan dilakukan sejak sekitar pukul 23.00 WIB hingga lewat pukul 02.00 WIB. Sejumlah pemuda bersama warga dari kawasan sekitar ikut berkumpul untuk membantu mengamankan lingkungan.
Keterangan serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku melihat rombongan tersebut kembali melintas di kawasan Jalan Tambak setelah bentrokan maut sebelumnya.
Hingga Senin (27/7) pagi, aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP masih berjaga di sejumlah titik di Jalan Tambak dan sekitarnya. Pengamanan diperketat guna mencegah munculnya bentrokan lanjutan serta memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Editor : Uways Alqadrie