KALTIMPOST.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terus mengungkap fakta baru.
Selain Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, tim antirasuah juga mengamankan Noor Faizah Maenofi, yang merupakan istri Anom Widiyantoro.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, istri Bupati Pemalang tersebut dijemput dari rumah dinas sekitar pukul 01.40 WIB.
Baca Juga: OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro! Belum Genap 2 Tahun Menjabat, Kini Diamankan KPK
Setelah diamankan, Noor Faizah Maenofi langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menyusul Anom Widiyantoro yang lebih dahulu diamankan bersama sejumlah pihak lain dalam operasi senyap yang digelar KPK pada Selasa (28/7/2026).
Hingga kini, KPK belum memberikan penjelasan mengenai keterlibatan maupun status hukum Noor Faizah Maenofi.
Lembaga antirasuah juga masih merahasiakan konstruksi perkara yang menjerat Anom Widiyantoro beserta pihak-pihak lain yang ikut diamankan.
KPK Amankan 21 Orang di Tiga Daerah
Dalam perkembangan terbaru, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa total terdapat 21 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Mereka terdiri atas lima orang yang diamankan di Jakarta, 15 orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang lainnya di Kabupaten Purworejo.
"Salah satu orang yang diamankan di Jakarta adalah Bupati Pemalang, yang kemudian tadi malam sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif," jelas Budi, dikutip dari inilah.com, Rabu (29/7/2026).
Dari total 21 orang tersebut, sebanyak 12 orang akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
Lima orang yang sebelumnya diamankan di Jakarta telah diperiksa, sedangkan tujuh orang lainnya dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu siang hingga sore.
Barang Bukti OTT Pemalang
Selain mengamankan puluhan orang, penyidik KPK juga menyita uang tunai dalam jumlah besar sebagai barang bukti OTT di Pemalang.
Menurut Budi Prasetyo, uang yang diamankan nilainya mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Tak hanya itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang kini masih didalami untuk kepentingan penyidikan.
"Selain mengamankan 21 orang, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar. Tentunya barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan ini," ujar Budi.
Meski demikian, KPK belum menjelaskan asal-usul uang tersebut maupun dugaan keterkaitannya dengan perkara yang sedang diusut.
Sejumlah Kantor dan Rumah Ikut Disegel
Dalam rangkaian operasi tersebut, tim penyidik juga melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara.
Beberapa ruangan di lingkungan OPD Pemerintah Kabupaten Pemalang, termasuk ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dipasangi segel oleh penyidik.
Selain itu, dua rumah di kawasan Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, juga menjadi bagian dari lokasi yang disegel KPK. (*)
Editor : Almasrifah