Dedi Mulyadi Fomo? Bantuan Warga Sendiri Anak Satpam Waduk Jatiluhur Dituding Tak Sebanding Terduga Maling Ayam Viral

Almasrifah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:28 WIB
Dari kiri, anak satpam tewas di Waduk Jatiluhur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan anak terduga maling ayam di Bali. (merindink/ig)
Dari kiri, anak satpam tewas di Waduk Jatiluhur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan anak terduga maling ayam di Bali. (merindink/ig)

KALTIMPOST.ID, Perbedaan nominal bantuan pendidikan yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kepada dua keluarga korban menjadi sorotan publik. 

Besaran bantuan deposito biaya pendidikan yang berbeda antara anak korban satpam Waduk Jatilihur dengan anak korban pengeroyokan massa di Bali yang viral menangis di jasad sang ayah dinilai warganet tidak adil.

Ayah tewas saat bertugas sekaligus merupakan warga KDM sendiri namun anak mendapatkan nominal bantuan lebih kecil, dibandingkan anak korban pengeroyokan terduga maling ayam di Bali.

Baca Juga: Siapa Noor Faizah Maenofie? Biodata, Almamater, dan Instagram, Dokter Dimana Istri Bupati Pemalang yang Ikut Diciduk KPK?

Sorotan bermula ketika Dedi memberikan bantuan kepada anak korban pengeroyokan di Bali. Ia mengaku tersentuh setelah mendengar tangisan anak korban.

"Karena saya dengar suara anak kecil itu sampai menangis. Saya tidak kuat karena jadi ingat anak sendiri," katanya.

Dedi kemudian memutuskan menyerahkan bantuan pendidikan dalam bentuk deposito senilai Rp 50 juta.

Baca Juga: Kekayaan dan Agama Destry Damayanti: Tembus Rp 100 M, Ini Koleksi Mobil Listrik, Aset Mewah, dan Akun Instagram

"Nanti dititip deposito Rp 50 juta untuk anak ibu yang umur empat tahun. Bentuknya deposito supaya menjadi bekal pendidikan. Kalau sekarang uang tunai takut habis," tuturnya.

Di waktu berbeda, Dedi juga memberikan bantuan kepada keluarga petugas keamanan Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta yang meninggal dunia saat bertugas.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak, salah satunya masih duduk di bangku kelas XII SMA.

Melalui Baznas Jawa Barat, Dedi menyerahkan deposito Rp 25 juta sebagai dana pendidikan bagi anak korban.

"Nanti ini dititipkan deposito Rp 25 juta untuk cadangan sekolah anak," katanya.

Perbedaan nominal bantuan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Sejumlah komentar di unggahan Instagram Merindink mempertanyakan alasan bantuan kepada korban di Bali lebih besar dibandingkan keluarga petugas keamanan di Purwakarta.

Menurut sebagian warganet, keluarga satpam seharusnya mendapat perhatian lebih karena korban meninggal saat menjalankan tugas. Selain itu, korban merupakan warga Purwakarta yang berada di wilayah Jawa Barat, provinsi yang dipimpin Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Siapa Don Ritto? Profil, Agama, dan Biodata Lengkap: Dari Satu Kampus, Kini Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

“Hlaaa jatiluhur kan masuk jabar? Dia gubernur jabar atau bali sih?? Kok malah banyakan yg bali. Padahal bisa jadi Gubernur bali ngasih juga ke keluarga itu, Gubernur yg lompat2 nih,” tulis a*****.

“Makasih ya pak, tapi apa ga kebalik pak?” tulis m*****.

“Karena yang lebih viral donasinya lebih gede, biar dapet simpati kepada masyarakat kalo dia itu power rangers, buat bahan konten,” tulis d****.

Namun, polemik ini juga menuai pembelaan dari beberapa warganet. Sejumlah netizen menyebut perbandingan itu tidak melihat keseluruhan bentuk bantuan Dedi Mulyadi yang diberikan pada anak satpam Waduk Jatiluhur.

Baca Juga: Siapa Dea Arranoya? Flexing Mewah Akhiri Karir Ayah, Ini Instagram, TikTok, dan Kampus sang Calon Dokter Hewan

“Loh kok jadi point ini yg di crop ya? Coba liat runut ceritanya. Anak yg di Bali itu memang dikasih 50jt, tapi udah, sampe situ aja. Klo anak satpam itu memang dikasih 25jt, tapi semua anaknya dibiayai KDM sampe selesai Perguruan tinggi, malah biayanya lebih gede. Coba deh, jangan langsung menyimpulkan dan ngejudge dari berita yg sedikit2 kyk gini,” tulis S*****.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Dedi Mulyadi terkait polemik tersebut. Namun, perdebatan di media sosial terus bergulir, dengan publik mempertanyakan dasar perbedaan nominal bantuan.

Untuk diketahui, dihimpun dari berbagai sumber media, berikut fakta-fakta dari kasus terduga maling ayam tewas dikeroyok massa dan satpam Waduk Jatiluhur tewas saat bertugas.

Fakta-Fakta Terduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok Massa:

Baca Juga: Profil Lengkap Tribrata Putra Sambo: Umur, Instagram, Agama, dan Perjalanan Karir, Kini Resmi Sandang Perwira Muda

Fakta Satpam Tewas di Waduk Jatiluhur:

Editor : Almasrifah
Sumber : Beragam Sumber
satpam Waduk Jatilihur maling ayam di Bali bantuan Dedi Mulyadi KDM dedi mulyadi