KALTIMPOST.ID, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana membuka rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) khusus untuk formasi pustakawan pada tahun 2027. Kebijakan ini dihadirkan demi mendukung target pemerintah agar setiap sekolah memiliki minimal satu ruang baca, sekaligus mengubah penguatan literasi dari sekadar slogan menjadi sebuah gerakan nyata.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, seusai acara peluncuran distribusi 5 juta buku di Kudus pada Jumat (31/7/2026). Mu'ti membeberkan bahwa ada tiga langkah utama yang disiapkan kementeriannya untuk mendongkrak mutu pendidikan dan budaya baca siswa:
- Penumbuhan Minat Baca: Membiasakan tradisi membaca sejak dini, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.
- Peningkatan Kecakapan Membaca: Menyiapkan kurikulum khusus yang difokuskan pada penguasaan kemampuan membaca siswa.
- Pemenuhan Bahan Bacaan dan Revitalisasi Sekolah: Memastikan kecukupan buku di sekolah-sekolah serta merevitalisasi sarana agar setiap sekolah memiliki ruang perpustakaan yang memadai.
Sebagai wujud nyata dari kebijakan tersebut, Mendikdasmen secara simbolis melepas pendistribusian 5,4 juta eksemplar buku nonteks gratis ke jenjang SD dan SMP di seluruh Indonesia. Bantuan ini akan disalurkan ke 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, dengan rincian 3,6 juta buku untuk sekolah dasar dan 1,8 juta buku untuk sekolah menengah pertama.
Editor : Ilmidza