KALTIMPOST.ID, Misteri kasus dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay (32) mulai menemukan titik terang.
Polisi mengungkap, lima pria berbadan besar yang membawa Jesslyn dari sebuah restoran di Jakarta Pusat ternyata merupakan orang suruhan ibu kandungnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tindakan tersebut diduga dilakukan karena adanya persoalan hubungan pribadi Jesslyn dengan seseorang yang tidak mendapat persetujuan dari keluarganya.
Baca Juga: Update Dugaan Penculikan Atlet Golf: Jesslyn Wijaya Terbang ke Malaysia Bersama Sang Ayah?
"Iya, itu dari hasil (penyelidikan) orang-orang yang disuruh ibunya," ucap Roby saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Jumat (31/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Jesslyn menghadiri acara ulang tahun keluarga di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Lima orang tersebut kemudian membawa Jesslyn meninggalkan lokasi dan mengantarkannya menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.
Dari Semarang, Jesslyn diketahui melakukan perjalanan ke luar negeri bersama keluarganya.
Berdasarkan data manifes penerbangan, ia terbang menuju Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand.
"Iya, kurang lebih seperti itu, dia mengantar sampai ke Semarang lalu terbang ke Malaysia," kata Roby.
Polisi menduga latar belakang kejadian tersebut berkaitan dengan ketidaksetujuan orang tua terhadap hubungan Jesslyn dengan kekasihnya.
"Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orangtua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," ujar Roby di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah peristiwa tersebut masuk kategori tindak pidana penculikan.
Penyidik masih menunggu keterangan langsung dari Jesslyn untuk mengetahui apakah dirinya merasa dipaksa atau justru mengikuti perjalanan tersebut atas kemauan sendiri.
"Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, lalu sampai ke Bangkok itu atas kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologis, maka tidak ada perbuatan pidananya," jelas Roby.
Saat ini, status perkara masih berada dalam tahap penyelidikan dan belum meningkat ke penyidikan.
Polisi masih berupaya melakukan komunikasi langsung dengan Jesslyn untuk memperoleh keterangan terkait kronologi sebenarnya.
Roby menyebut pihaknya telah menerima sebuah video testimoni dari Jesslyn. Polisi memastikan atlet golf tersebut masih terlacak berada di Bangkok.
"Masih, masih (di Bangkok). Kita sudah dikirimi video Jesslyn, video dia testimoni. Nanti kita akan coba bicara melalui video call atau Zoom untuk bisa berkomunikasi dengan Jesslyn di luar negeri," tutur Roby.
Penyidik kini masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif pihak keluarga membawa Jesslyn ke luar negeri serta memastikan ada atau tidaknya unsur paksaan dalam perjalanan tersebut. (*)
Editor : Almasrifah