KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis spekulasi yang mengaitkan namanya dengan kursi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia memastikan tidak memiliki rencana mengajukan diri untuk memimpin bank sentral setelah Perry Warjiyo mundur dari jabatannya.
Purbaya mengatakan namanya memang kerap muncul ketika terjadi pergantian pejabat di sejumlah posisi strategis. Namun, kemunculan namanya dalam berbagai bursa jabatan tersebut tidak berarti dirinya sedang mengincar posisi baru.
Saat ditemui di Jakarta, Senin (3/8/2026), Purbaya justru menegaskan ingin tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.
Baca Juga: Daftar Daerah 137 Kepala Dapur SPPG Dicopot BGN, Terbanyak Jawa Barat, Disusul Lampung
"Nggak (mengajukan diri BI), kenapa anda menyuruh saya ke BI? Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi nggak pernah jadi. Jadi saya di sini (Menkeu) sudah syukur lah," ujar Purbaya.
Bantah BI Bakal di Bawah Kemenkeu
Selain membantah isu pencalonannya sebagai Gubernur BI, Purbaya merespons kabar mengenai kemungkinan perubahan posisi Bank Indonesia sehingga berada di bawah Kementerian Keuangan.
Menurut dia, wacana tersebut tidak sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku. Kedudukan bank sentral telah dipisahkan dari otoritas fiskal sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Karena itu, Purbaya menilai persoalan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia tidak perlu dijawab dengan merombak struktur kelembagaan yang sudah berjalan.
Pemerintah, kata dia, lebih membutuhkan koordinasi yang semakin kuat antara lembaga-lembaga yang memiliki kewenangan di sektor ekonomi dan keuangan. Hal tersebut dinilai penting terutama ketika pasar keuangan menghadapi tekanan, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.
Menurut Purbaya, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan efektivitas kebijakan dan memastikan otoritas terkait bergerak dalam arah yang selaras.
"Ketika keadaan seperti ini, kurang baik mengubah sistem yang ada, yang penting adalah perbaiki kinerjanya kita semua itu. Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis, gitu aja," katanya.
Destry Damayanti Jadi Pejabat Sementara
Pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia mencuat setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Setelah pengunduran diri tersebut, Destry Damayanti ditunjuk menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia.
Kondisi itu kemudian memunculkan sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang masuk dalam bursa calon gubernur bank sentral.
Baca Juga: Mutasi Polri 2026: Jenderal Bintang Tiga Polri Menuju Pensiun 2026, Ada Karyoto dan Fadil Imran
Purbaya menjadi salah satu nama yang ikut dikaitkan dengan posisi tersebut. Namun, ia kini memastikan tidak memiliki rencana meninggalkan Kementerian Keuangan untuk mengejar kursi Gubernur BI.
Di tengah pergantian kepemimpinan bank sentral, Purbaya menekankan pentingnya menjaga koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan stabilitas sistem keuangan.
Sinergi antara Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dinilai lebih mendesak dibandingkan melakukan perubahan struktur kelembagaan. (*)
Editor : Uways Alqadrie