KALTIMPOST.ID - Erick Thohir Ketum PSSI kembali menjadi perhatian setelah membuka peluang untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut belum akan diambil dalam waktu dekat karena masih harus melalui berbagai pertimbangan.
Dalam kesempatan usai Kongres PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026), Erick Thohir Ketum PSSI mengatakan bahwa dirinya lebih dahulu akan berdiskusi dengan pemerintah serta FIFA sebelum menentukan langkah politiknya di federasi sepak bola Indonesia.
Selain itu, Erick Thohir Ketum PSSI juga menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemilik suara dalam organisasi sepak bola nasional. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan siapa pun yang memimpin nantinya benar-benar membawa manfaat bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
"Pasti saya berdiskusi dulu dengan pemerintah. Dan juga berdiskusi dengan FIFA. Dan tentu yang milih masyarakat sepakbola," kata Erick Thohir dalam Kongres PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026), dilansir dari detiksport, selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Sudah Niat Berhenti Merokok tapi Selalu Gagal? Dokter Beberkan Faktanya
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya tidak melihat proses pemilihan sebagai ajang persaingan pribadi.
"Jadi kita tidak dalam posisi (bersaing) dengan siapapun yang terbaik untuk sepakbola Indonesia," ujar Erick Thohir, dilansir dari detiksport, selasa (4/8/2026).
Di sisi lain, Kongres PSSI 2026 juga menghasilkan keputusan penting mengenai jadwal pemilihan Ketua Umum PSSI. Agenda pemilihan yang semula diperkirakan berlangsung lebih awal kini diputuskan bergeser menjadi Juli 2027.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar sejalan dengan pelaksanaan pemilihan kepengurusan PSSI Provinsi (Asprov) yang dijadwalkan berlangsung secara serentak pada Oktober hingga November mendatang. Langkah ini diharapkan menciptakan kesinambungan program antara pengurus pusat dan daerah.
Saat ini, lebih dari 14 Asprov PSSI masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang berasal dari unsur Komite Eksekutif (Exco) PSSI karena masih terjadi kekosongan kepemimpinan di sejumlah wilayah.
Menurut Erick Thohir, pembenahan organisasi di tingkat provinsi menjadi salah satu prioritas sebelum memasuki agenda pemilihan pengurus pusat. Ia menilai keberhasilan program nasional akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi di daerah.
"Dari Kongres PSSI hari ini, justru kami tekankan bagaimana PSSI Provinsi ke depannya harus menjadi fondasi," ucap Erick Thohir.
Ia berharap keserentakan pemilihan di tingkat provinsi nantinya dapat memperkuat koordinasi antara PSSI pusat dan daerah sehingga pelaksanaan program menjadi lebih efektif.
"Ketika nanti terjadi pemilihan pengurus PSSI tahun depan, PSSI Provinsi sudah sama-sama dipilih pada bulan-bulan yang berdekatan. Sehingga program ke depan antara PSSI Pusat dan Provinsi bisa berjalan berkesinambungan," tutur Erick Thohir.
Erick Thohir memimpin PSSI sejak terpilih dalam Kongres Luar Biasa pada Februari 2023. Saat itu, ia memperoleh 64 suara dan mengungguli pesaingnya, La Nyalla Mattalitti, yang meraih 24 suara.
Sesuai statuta PSSI, masa jabatan kepengurusan berlangsung selama empat tahun. Dengan demikian, pembahasan mengenai kepemimpinan federasi mulai menjadi perhatian menjelang berakhirnya periode kepengurusan saat ini.***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : detiksport