Kemendikdasmen Distribusikan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk SD dan SMP, Perkuat Literasi Anak Indonesia

Romdani. • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:16 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

KALTIMPOST.ID-Pemerintah terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui perluasan akses terhadap buku bacaan bermutu bagi anak Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari penguatan budaya literasi nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga: Polnes Gelar Pelatihan Troubleshooting Instalasi Listrik Rumah Tangga di Samarinda, Warga Dibekali Pencegahan Korsleting yang Mengakibatkan Kebakaran

Karena itu, peningkatan minat baca anak menjadi salah satu program prioritas yang terus didorong melalui sinergi lintas sektor.

“Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya saat pelepasan 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk SD dan SMP di Kudus, Jumat (31/7).

Selain mendistribusikan buku cetak, Kemendikdasmen juga menyediakan layanan rumah pendidikan yang memungkinkan guru dan peserta didik mengakses buku teks maupun nonteks secara gratis dalam format digital, audio, dan video.

Platform tersebut diharapkan semakin memperluas akses terhadap sumber belajar berkualitas di seluruh Indonesia.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang turut menyediakan buku berhuruf braille serta materi pembelajaran berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan distribusi 5,5 juta buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten dan kota di 38 provinsi.

Baca Juga: RSP Panorama Balikpapan Gelar KB Gratis dan Edukasi Kesehatan Reproduksi di Merdeka Sehat Fest 2026

Prioritas diberikan kepada sekolah yang tingkat literasinya masih berada di bawah kompetensi minimum berdasarkan hasil asesmen nasional.

Ia menambahkan, setiap paket buku dilengkapi pedoman pemanfaatan agar dapat digunakan secara optimal oleh guru, kepala sekolah, dan peserta didik.

Melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (rd)

Editor : Romdani.
literasi anak penajam paser utara Buku Bacaan ibu kota nusantara Mendikdasmen Abdul Mu ti