KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Penarikan sekitar 40 merek beras fortifikasi yang dinilai tidak sesuai komposisi membuat Perum Bulog bergerak mengantisipasi kekosongan pasokan di pasaran.
Bulog menginstruksikan jajarannya mengecek ritel modern di sejumlah kota besar sekaligus memperbanyak distribusi beras premium dari gudang. Beras premium Bulog seperti Punokawan dan Befood Sentra Ramos dipasarkan Rp74.500 per kemasan 5 kilogram sesuai harga eceran tertinggi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung mengecek ketersediaan beras di salah satu ritel modern kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.
Baca Juga: Kabar Baik buat yang Doyan Belanja Online, Purbaya Tunda Pajak Toko Online 2026
Pengecekan dilakukan setelah muncul rencana penarikan puluhan merek beras fortifikasi berdasarkan hasil pengujian laboratorium.
Bulog tidak ingin penarikan tersebut kemudian memicu kekurangan pasokan, khususnya beras premium yang biasa dibeli masyarakat melalui jaringan ritel.
Karena itu, jajaran Bulog di berbagai daerah diminta memastikan produk beras pemerintah tetap tersedia dan mudah ditemukan konsumen. Hasil pengecekan di Radio Dalam menunjukkan stok beras premium Bulog masih tersedia dalam jumlah mencukupi.
Langkah serupa tidak hanya dilakukan di Jakarta. Bulog menggerakkan jajarannya di sejumlah kota dan wilayah lain seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali.
Pengecekan tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki alternatif produk setelah beras fortifikasi yang bermasalah ditarik dari peredaran.
Harga Beras Bulog Rp74.500
Selain mengecek stok, Bulog turut menyoroti perbedaan harga produk beras premium yang beredar di ritel.
Beras premium Bulog merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos dijual Rp74.500 untuk kemasan 5 kilogram. Harga tersebut disebut telah mengikuti harga eceran tertinggi (HET).
Dalam pengecekan di ritel yang sama, harga sejumlah produk lain tercatat lebih tinggi. Beras Anak Raja kemasan 5 kilogram, misalnya, dijual Rp94.500. Sementara Topi Koki dengan ukuran yang sama tercatat Rp126.900.
Dengan demikian, selisih harga beras Bulog dengan Anak Raja mencapai sekitar Rp20 ribu. Adapun dibandingkan Topi Koki, perbedaannya menembus lebih dari Rp50 ribu per kemasan.
Rizal menyebut keberadaan beras premium pemerintah di pasaran menjadi salah satu instrumen untuk menyediakan pilihan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Stok Gudang Digelontorkan
Bulog juga meminta kantor wilayah di seluruh Indonesia tidak hanya melakukan pengecekan di lapangan. Stok beras premium yang tersedia di gudang diperintahkan untuk segera disalurkan sesuai kebutuhan pasar.
Distribusi tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi kemungkinan perubahan pasokan setelah beras fortifikasi yang tidak memenuhi komposisi ditarik.
Bulog ingin proses penarikan produk tersebut tidak berujung pada kekosongan beras di ritel modern maupun pasar rakyat.
Baca Juga: Fakta Baru Mutilasi Depok, Saepul dan Korban Penyuka Sesama Jenis Kenalan di Aplikasi Hornet
Dengan penambahan pasokan dari gudang Bulog, pemerintah berharap kebutuhan konsumen tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketersediaan beras premium dengan harga sesuai ketentuan.
Editor : Uways Alqadrie