Kepala BGN Luruskan Isu 13 Ribu Dapur MBG, Pengoperasian Bertahap! Ini Titiknya

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Kepala BGN Sudaryono.
Kepala BGN Sudaryono.

KALTIMPOST.ID, 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan klarifikasi tegas mengenai kesalahpahaman publik terkait rencana pengoperasian 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa BGN tidak serta-merta mengaktifkan puluhan ribu dapur tersebut secara serentak, melainkan melalui proses pemetaan yang terukur dan dilakukan secara bertahap.

​Sudaryono menjelaskan bahwa angka 13 ribu yang beredar merupakan total basis data BGN mengenai titik-titik lokasi fasilitas, mulai dari pemetaan lahan hingga dapur yang konstruksinya telah selesai. Untuk menentukan urutan pengoperasian, BGN mengawinkan (overlay) data internalnya dengan peta data milik Kementerian Kesehatan. Langkah ini diambil untuk memastikan prioritas utama diberikan kepada wilayah dengan angka tengkes (stunting) tinggi serta kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), seperti Papua, NTT, Nias, hingga Kepulauan Maluku.

​"Sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai. Maka dari data ini kita overlay dengan data Kementerian Kesehatan, mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali," terang Sudaryono.

​Dari hasil pemetaan lintas kementerian tersebut, BGN mencatat ada sekitar 1.700 dapur yang siap dioperasikan. Proses pembukaannya akan dimulai secara bertahap dalam waktu dekat, di mana sekitar 300 dapur ditargetkan mulai aktif pada pekan depan sebelum disusul oleh unit-unit lainnya. Selain kawasan permukiman umum dan wilayah 3T, BGN juga tengah mengecek kesiapan SPPG di lingkungan pondok pesantren serta mendata ulang sekitar 27 ribu calon penerima manfaat.

​Di samping meluruskan alur operasional, Sudaryono memeringatkan masyarakat agar mewaspadai oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan momentum pembangunan SPPG demi keuntungan pribadi. Ia menjamin seluruh mekanisme seleksi dan penetapan dapur dijalankan secara terbuka dan berbasis sistem digital.

​"Jangan sampai ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa di level bawah. Jadi saya pastikan kalau ada orang mengaku orangnya siapa pun kemudian bisa membantu, saya pastikan bohong. Semua kita by system dan kita transparan semuanya," pungkasnya.

Editor : Ilmidza
dapur MBG