KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Temuan mengejutkan terjadi di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ratusan pucuk senjata ditemukan tersimpan di salah satu ruangan yang sebelumnya dalam kondisi terkunci cukup lama.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menyebut jumlah senjata yang ditemukan mencapai 995 pucuk. Temuan tersebut terungkap ketika ruangan kepala yayasan sekolah dibuka pada 10 dan 11 Juli 2026.
Pembukaan ruangan dilakukan dengan pendampingan kepolisian lantaran pintu ruangan tersebut sudah lama terkunci.
Baca Juga: Viral Video Wanita Bergamis Aksi Tak Senonoh di IKEA Indonesia, Manajemen Akhirnya Buka Suara
Hermawanto menjelaskan, barang yang ditemukan tidak hanya berupa senjata api. Di lokasi juga terdapat amunisi hingga sejumlah aksesori yang berkaitan dengan senjata.
“Pada tanggal 10 dan 11 Juli kami menemukan 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, amunisi, serta beberapa aksesori senjata lainnya,” kata Hermawanto saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Temuan tersebut ternyata belum berakhir. Pihak sekolah kembali melakukan pemeriksaan dan menemukan sejumlah barang lain pada Rabu (5/8/2026) malam.
Menurut Hermawanto, dalam pemeriksaan terbaru itu kembali ditemukan sejumlah senjata. Selain itu, terdapat barang yang diduga narkotika serta kepingan CD berisi konten pornografi.
Baca Juga: Kabar Baik buat yang Doyan Belanja Online, Purbaya Tunda Pajak Toko Online 2026
Kasus ini kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan jenis dan status seluruh senjata yang ditemukan, termasuk menelusuri kepemilikan serta asal-usulnya.
Situasi semakin menjadi sorotan karena masih terdapat sebuah bunker yang belum berhasil dibuka. Isi ruangan tersebut hingga kini belum diketahui.
Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, mengatakan ruangan tersebut merupakan bekas ruang Ketua Yayasan berinisial IWD. Yang bersangkutan diketahui telah diberhentikan dari jabatannya pada 18 April 2026.
Setelah pemberhentian itu, pihak sekolah tidak bisa langsung mengakses ruangan tersebut. Sebab, seluruh kunci disebut masih dibawa IWD.
Kondisi itu membuat ruangan cukup lama terkunci. Pihak sekolah akhirnya melakukan pembukaan dengan pendampingan kepolisian pada 10 dan 11 Juli 2026. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 995 pucuk senjata. Selain senjata api, terdapat amunisi serta berbagai aksesori senjata.
Baca Juga: OJK Blokir 36.735 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperluas hingga NIK
Temuan tak berhenti sampai di situ. Pemeriksaan lanjutan pada Rabu (5/8/2026) malam kembali menemukan sejumlah senjata. Pihak sekolah juga mendapati barang yang diduga narkotika serta CD berisi konten pornografi.
Hermawanto meminta kepolisian mengusut temuan tersebut secara menyeluruh. Apalagi, jumlah senjata yang ditemukan mencapai ratusan dan berada di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional,” ujar Hermawanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Masih Ada Ruangan Mirip Bunker
Pemeriksaan di kompleks sekolah tersebut belum sepenuhnya selesai. Masih ada satu ruangan yang disebut memiliki konstruksi menyerupai bunker dan belum berhasil dibuka.
Hermawanto berharap polisi segera menindaklanjuti keberadaan ruangan itu. Pihak sekolah ingin memastikan apa saja yang tersimpan di dalamnya.
Ia juga berharap tidak ditemukan senjata tambahan setelah bunker tersebut nantinya berhasil dibuka.
“Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” katanya.
Polisi kini diharapkan menelusuri status, kepemilikan, hingga asal-usul senjata yang ditemukan. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan keterkaitan barang-barang tersebut dengan mantan pengurus yayasan maupun pihak lainnya.
Keberadaan ruangan menyerupai bunker menjadi bagian penting yang masih menyisakan tanda tanya. Isinya baru dapat dipastikan setelah ruangan tersebut berhasil dibuka dan diperiksa aparat kepolisian.
Editor : Uways Alqadrie