KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kepolisian terus memburu titik terang dalam kasus kematian Sumarna (43), petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Hingga Kamis (6/8/2026), lebih dari 30 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.
Sumarna sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur. Kondisi korban saat ditemukan menjadi perhatian karena tangannya disebut dalam keadaan terborgol.
Polda Jawa Barat turun membantu penanganan perkara tersebut. Proses penyelidikan maupun penyidikan masih berjalan untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian korban.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik masih membutuhkan pendalaman. Tim dari Polda Jabar juga telah memberikan dukungan dalam pengusutan perkara tersebut.
Baca Juga: Geger 995 Senjata Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan, Ada Bunker yang Belum Dibuka
“Terkait dengan penanganan kasus di Purwakarta, dari tim polda telah mem-back-up memang untuk kasus ini dan kami masih mohon maaf ya saat ini kita masih proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Hendra, Kamis (6/8/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan penyidik adalah memperluas pemeriksaan saksi. Jumlah orang yang telah dimintai keterangan kini mencapai lebih dari 30 orang dan masih berpotensi bertambah.
Menurut Hendra, keterangan tambahan tetap diperlukan untuk melengkapi proses pengungkapan kasus.
“Masih perlu banyak penambahan saksi-saksi yang saat ini sudah mencapai 30-an orang,” ujarnya.
Selain menggali keterangan saksi, polisi terus mengumpulkan alat bukti yang dinilai berkaitan dengan kematian Sumarna. Seluruh temuan nantinya akan dicocokkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
Polda Jabar menempatkan pengungkapan kasus ini sebagai salah satu perkara yang harus segera dituntaskan. Polisi juga menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara profesional.
Baca Juga: Bursa Calon Kapolri 2026 Menghangat: Daftar 10 Komjen yang Berpeluang Gantikan Listyo Sigit Prabowo
“Kita sampaikan bahwa ini merupakan suatu PR buat kita untuk bisa segera mengungkap. Dan kami akan lakukan secara profesional dan kita akan terus untuk berusaha dengan keras bisa mengungkap kasus ini,” tutur Hendra.
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap kesimpulan akhir mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kematian Sumarna. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti masih dilakukan untuk membuka tabir kasus tersebut.
Editor : Uways Alqadrie