Sri Mulyani Raih Jabatan Strategis di Bank Dunia, Jadi Ketua IDA22

Hernawati • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Sri Mulyani.
Sri Mulyani.

KALTIMPOST.ID, Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Sri Mulyani Indrawati kini kembali dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat internasional.

Bank Dunia, lembaga keuangan internasional yang pernah menjadi tempatnya berkarier lebih dari satu dekade lalu, menunjuk Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair of International Development Association (IDA) Replenishment ke-22 atau Ketua Independen IDA22.

Dikutip dari laman worldbank.org, Kamis (6/8), dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun negara penerima manfaat agar target penggalangan dana IDA22 dapat tercapai.

Baca Juga: Siapa Raden Pardede? Ekonom yang Diisukan Gantikan Purbaya, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Ia akan menjalankan tugas itu bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe.

Penunjukan tersebut diumumkan Bank Dunia melalui keterangan resminya.

Sri Mulyani dipilih setelah melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” demikian keterangan Bank Dunia.

Lembaga tersebut juga menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh yang memiliki pengalaman panjang di bidang pembiayaan pembangunan internasional.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tulis Bank Dunia.

IDA merupakan lembaga pendanaan di bawah Grup Bank Dunia yang fokus memerangi kemiskinan ekstrem.

Lembaga ini memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah, serta hibah untuk membiayai proyek pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup di negara-negara termiskin.

Sejak 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi di 115 negara.

Siklus pengisian kembali dana IDA22 dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan dari para mitra donor diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

Hasil dari pendanaan IDA22 ini akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031.

Sejak siklus IDA18, kepemimpinan proses ini memang melibatkan tokoh independen terkemuka yang memiliki pemahaman mendalam mengenai bank pembangunan multilateral.

 

Editor : Hernawati
mantan menkeu bank dunia sri mulyani