Ditemukan di Sekolah Swasta, 995 Airsoft Gun dan Satu Senpi di Jaksel, Ini Kabar Terbarunya!

Ari Arief • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Ilustrasi temuan ratusan softgun yang disimpan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.(generate ai)
Ilustrasi temuan ratusan softgun yang disimpan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Kepolisian Republik Indonesia mengungkap temuan hampir seribu pucuk senjata di sebuah ruangan milik mantan Ketua Yayasan berinisial IWD di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 995 senjata tersebut dipastikan merupakan senapan angin impor berjenis airsoft gun yang mengantongi izin resmi, serta satu pucuk senjata api milik seorang direktur perusahaan yang telah meninggal dunia.

Rincian 995 airsoft gun kaliber 4,5 mm yang disita meliputi 4 pucuk senapan angin, 215 pucuk pistol angin, dan 776 pucuk revolver angin.

Baca Juga: Jaga Keran Kas Daerah, Pemkab PPU Perketat Pengadaan Barang dan Jasa TA 2026

Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, mengonfirmasi bahwa ratusan airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaan tempatnya bernaung dan memiliki izin resmi dengan nomor SI/5483-XII/2008. Alhadid, yang juga bertindak sebagai kuasa hukum IWD, menyampaikan bahwa keberadaan senjata di lingkungan sekolah tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak target.

"Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun," kata Alhadid saat dimintai keterangan.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Waru Dibekuk Satresnarkoba Polres PPU, 16 Paket Barang Bukti Diamankan

Terkait temuan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge di lokasi yang sama, polisi mengidentifikasi pemiliknya adalah pria berinisial DS, mantan direktur PT Lokta Karya Perbakin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa DS tercatat telah meninggal dunia pada tahun 2020. Saat ditemukan, senjata api tersebut berada dalam kondisi tanpa amunisi maupun magazin.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Baru Akhir Pekan Ini, Ceritanya Bikin Penasaran dari Drama hingga Horor

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," kata Budi, Jumat (7/8).

Pihak kepolisian tetap menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Yayasan berinisial IWD untuk mendalami prosedur penyimpanan ratusan airsoft gun serta alur impor senjata tersebut. Saat ini seluruh barang bukti telah disita oleh Polres Metro Jakarta Selatan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
softgun perbakin senpi