KALTIMPOST.ID, Memimpin selama tujuh tahun sebagai gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo akhirnya mengundurkan diri pada Sabtu (25/7).
Sebagai gantinya untuk sementara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti ditetapkan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.
Pasca pergantian kepemimpinan BI tersebut, Presiden Prabowo Subianto kini telah memanggil sejumlah kandidat calon gubernur BI ke Istana Negara.
Calon gubernur BI ini diajak berdiskusi oleh presiden mengenai kondisi sekarang ini yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Ada sejumlah nama yang dipanggil,” kata Prasetyo.
“Insya Allah minggu ini diputuskan (nama calon Gubernur BI),” sambungnya.
Namun, ia enggan merinci perihal nama calon Gubernur BI yang akan diajukan Presiden Prabowo.
Sejumlah nama pun ramai dibicarakan sebagai kandidat pengganti Perry. Ini nama-nama yang mencuat.
1. Destry Damayanti
Destry Damayanti jadi sosok kandidat yang paling banyak disebut.
Saat ini ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI periode 2024–2029 sekaligus Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI setelah Perry mengundurkan diri.
Destry pertama kali diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior BI melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Sebelum bergabung dengan BI, wanita kelahiran Jakarta 12 Desember 1963 ini berkarier di Citibank Indonesia, menjadi Senior Economic Advisor Kedutaan Besar Inggris, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, Kepala Ekonom Bank Mandiri, serta memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
2. Purbaya Yudhi Sadewa
Nama Purbaya Yudhi Sadewa juga masuk dalam bursa. Saat ini ia menjabat Menteri Keuangan. Sebelum jadi Menkeu, Purbaya merupakan Ketua Dewan Komisioner LPS dan pernah menjabat Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada Juli 2016-Mei 2018.
Selain itu, Purbaya sempat ditunjuk jadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada November 2015-Juli 2016.
Dari laman resmi LPS, Purbaya memperoleh gelar Sarjana dari jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Purbaya lalu memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
3. Thomas M Djiwandono
Thomas M Djiwandono saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.
Ia dilantik pada 9 Februari 2026 untuk periode 2026–2031 setelah sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan RI.
Karier Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan pada 1994 di Indonesia Business Weekly.
Selain itu, Thomas pernah berkerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Di 2006, kariernya terus meningkat saat pamannya Hashim memintanya untuk membantu di Arsari Group dan ia menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, endidikan agrobisnis.
Sementara di politik, ia terlibat dalam partai Gerindra, Tommy juga pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat. Ia juga pernah menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra.
4. Muhammad Chatib Basri
Chatib Basri saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Republik Indonesia.
Chatib yang lahir di Jakarta 22 Agustus 1965, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, sebelum melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Economic Development serta Ph.D. dalam bidang Ekonomi dari Australian National University (ANU).
Ia memiliki pengalaman luas di pemerintahan dan sektor swasta, mulai Asisten Peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies, ANU, (1994-2001), Penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2004-2005).
Kemudian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (2012), Menteri Keuangan Republik Indonesia (2013–2014), hingga Anggota Dewan Penasihat di berbagai institusi keuangan internasional.
5. Burhanuddin Abdullah
Burhanuddin Abdullah pernah memimpin BI sebagai Gubernur pada periode 2003–2008.
Saat ini, ia menjabat Komisaris Utama PT PLN (Persero) sejak Juli 2024.
Ia juga pernah menjadi Gubernur Indonesia di Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
6. Muliaman Darmansyah Hadad
Muliaman lahir di Bekasi pada 3 April 1960. Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan pendidikan Master of Public Administration di Harvard University, Amerika Serikat, serta meraih gelar doktor (Ph.D.) bidang Business and Economics dari Monash University, Australia.
Karier Muliaman di sektor keuangan dimulai pada 1986 ketika bergabung dengan Bank Indonesia.
Selama bertugas di bank sentral, ia menduduki berbagai jabatan strategis hingga akhirnya dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI selama dua periode, yakni 2006–2012.
Usai meninggalkan BI, Muliaman dipercaya menjadi Ketua Dewan Komisioner pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode 2012–2017.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein pada 2018–2023.
Editor : Hernawati