KALTIMPOST.ID - Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 mengguncang Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Informasi mengenai gempa tersebut disampaikan BMKG melalui laman resminya yang dikutip di Jakarta pada Selasa. Gempa tercatat berada di koordinat 5.89 Lintang Selatan (LS) dan 102.43 Bujur Timur (BT).
Baca Juga: Selalu Mengutamakan Pasangan? Kenali 7 Tanda Hubungan Mulai Tidak Seimbang
Gempa Berpusat 63 Kilometer dari Enggano
Menurut data awal BMKG, lokasi gempa berada sekitar 63 kilometer tenggara Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Gempa tersebut tercatat terjadi pada kedalaman 30 kilometer.
BMKG memastikan gempa yang mengguncang wilayah tersebut tidak memiliki potensi tsunami. Pernyataan tersebut menjadi informasi utama yang disampaikan setelah gempa terjadi.
"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG, dilansir dari Antara, Selasa (11/8/2026).
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa informasi awal mengenai gempa dapat mengalami perubahan. Hal tersebut karena data yang disampaikan pada tahap awal lebih mengutamakan kecepatan agar masyarakat dapat segera memperoleh informasi mengenai kejadian gempa.
BMKG menjelaskan bahwa hasil pengolahan data awal belum sepenuhnya stabil dan masih dapat berubah apabila terdapat data tambahan.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun resmi BMKG.
BMKG Belum Rinci Pemicu dan Dampak Gempa
Hingga informasi tersebut disampaikan, BMKG belum melaporkan secara rinci mengenai pemicu gempa maupun dampak yang ditimbulkannya terhadap masyarakat di wilayah Bengkulu Utara.
Karena itu, informasi mengenai kondisi masyarakat setelah gempa masih menunggu hasil analisis dan pembaruan resmi dari BMKG. Data awal yang disampaikan juga masih dapat diperbarui seiring dengan bertambahnya informasi yang diterima.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki sumber jelas. BMKG meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diharapkan menunggu informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan dampaknya. Informasi yang telah diperbarui dapat menjadi acuan untuk mengetahui kondisi sebenarnya setelah gempa mengguncang wilayah Enggano dan sekitarnya.
Dengan demikian, berdasarkan informasi awal BMKG, gempa magnitudo 5,1 yang terjadi di Bengkulu Utara pada Selasa dini hari tidak berpotensi tsunami. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa masih menunggu hasil analisis dan pembaruan resmi.***
Editor : Dwi Puspitarini