KALTIMPOST.ID, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mencalonkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Bahkan nama Destry Damayanti telah diajukan Prabowo ke DPR untuk menjalani persetujuan.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
“Namanya tunggal satu nama yaitu atas nama Ibu Destry yang beliau sekarang menjabat Penjabat Gubernur BI sementara,” ujar Prasetyo.
Kabar pencalonan ini muncul usai Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo, mengundurkan diri secara mendadak pada akhir bulan lalu karena alasan pribadi.
Baca Juga: Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Ternyata Bikin 6 Tanaman Ini Tumbuh Lebih Subur, Apa Saja?
Bila parlemen menyetujui, wanita 62 tahun itu akan mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur BI secara permanen.
Lantas seperti apa profil Destry Damayanti? Dan bagaimana perjalanan kariernya hingga menduduki posisi strategis di Bank Indonesia?
Profil Destry Damayanti
Destry Damayanti adalah ekonom kelahiran Jakarta pada 1963.
Ia memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi makro serta pernah menduduki berbagai posisi strategis di sektor publik dan swasta.
Destry menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI). Tak lama ia melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Regional Science.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi perjalanan karier Destry sebagai ekonom dan pengambil kebijakan di sektor keuangan.
Dari laman Bank Indonesia, perjalanan profesional Destry dimulai sebagai ekonom sebelum kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi penting di berbagai institusi.
Jejak Karier Destry Damayanti
Berikut perjalanan karier Destry Damayanti:
1. Citibank Indonesia (1997–2000)
Destry mengawali kariernya di sektor perbankan dengan bekerja di Citibank Indonesia. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya mengenai industri perbankan serta dinamika pasar keuangan internasional.
2. Senior Economic Adviser Kedutaan Besar Inggris (2000–2003)
Setelah itu, Destry dipercaya menjadi Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam analisis ekonomi makro serta berbagai isu yang berkaitan dengan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Inggris.
3. Peneliti dan akademisi Universitas Indonesia
Destry juga pernah menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pengalaman di dunia akademik tersebut melengkapi kiprahnya sebagai ekonom, terutama dalam bidang kajian ekonomi dan kebijakan publik.
4. Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011)
Karier Destry semakin dikenal ketika dipercaya menjabat sebagai Chief Economist Mandiri Sekuritas.
Selama menduduki posisi tersebut, ia banyak memberikan analisis mengenai berbagai isu ekonomi, mulai pertumbuhan ekonomi Indonesia, inflasi, nilai tukar rupiah, kondisi pasar modal, hingga kebijakan fiskal dan moneter.
5. Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015)
Kariernya kemudian berlanjut di Bank Mandiri. Destry dipercaya menjadi Chief Economist dan berperan dalam penyusunan proyeksi ekonomi nasional.
Pada posisi tersebut, ia juga menjadi salah satu ekonom yang mewakili Bank Mandiri dalam menyampaikan pandangan terkait kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.
6. Ketua Satgas Ekonomi Kementerian BUMN (2014–2015)
Di tengah kiprahnya sebagai ekonom Bank Mandiri, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
Satgas tersebut berperan memberikan rekomendasi dan masukan terkait kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan milik negara.
7. Anggota Dewan Komisioner LPS (2015–2019)
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Destry menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Selama di LPS, ia terlibat dalam berbagai isu yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan, penjaminan simpanan nasabah, resolusi bank, serta mitigasi risiko di sektor perbankan.
Saat ini ia memegang tampuk Penjabat Sementara Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo, Gubernur BI sebelumnya yang mengundurkan diri secara mendadak.
Penunjukan tersebut dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dalam Undang-Undang Bank Indonesia ketika jabatan gubernur kosong.