Heboh Challenge Ayat Al-Qur’an Ditukar Miras Tuai Kecaman, Dinilai Lecehkan Agama

Hernawati • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:14 WIB
Hafal Al-Qur
Hafal Al-Qur'an dapat miras.

KALTIMPOST.ID, Ramai di media sosial beredarnya potongan video kontroversial yang memperlihatkan aksi challenge tak terpuji di arena festival musik.

Dalam video yang viral di platform Instagram dan Threads tersebut, lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Ad-Dhuha mendadak dijadikan syarat untuk mendapatkan hadiah satu botol minuman beralkohol (miras) merek Newport.

Dalam video tersebut, seorang pengunjung perempuan terlihat melafalkan Surat Ad-Duha di depan stan sebelum ditawari hadiah berupa minuman beralkohol.

Setelah pengunjung menyelesaikan tantangan membaca surat dalam Al-Qur’an, petugas stan kemudian memintanya memilih jenis minuman beralkohol yang tersedia.

“Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi mana?” ujar seorang perempuan dalam video tersebut.

Petugas pembawa acara kemudian menawarkan hadiah kepada pengunjung yang mengikuti tantangan.

“Kamu mau apa? Silakan pesan ya, kakak,” kata perempuan tersebut.

Potongan video itu lantas menyebar luas di media sosial   dan memicu kemarahan dari publik dan tokoh masyarakat.

Seorang warganet dengan akun @hilmifirdausi, melalui akun media sosialnya menegaskan bahwa tindakan mempromosikan miras dengan menukar ayat Al-Qur’an sudah melampaui batas.

“Untuk brand miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur’an ditukar sama miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” kata @hilmifirdausi.

Reaksi keras juga datang dari Ustaz Das’ad Latif. Melalui akun Instagram pribadinya, ia meminta agar tindakan tersebut mendapat perhatian dan ditindak secara hukum.

“Makin ke sini makin ke sana, semoga ini ada tindakan hukum, dan ini yang terakhir kali,” tulis Das’ad Latif.

Kecaman juga disampaikan Ketua Umum Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Ferry Irawan.

Ferry menilai promosi minuman keras merek Newport dengan memberikan minuman gratis kepada orang yang mampu menghafal Surah Ad-Duha telah melewati batas kepatutan.

“Promosi itu sudah melewati batas pelecehan agama. Newport sudah mempermainkan dan mengolok-olok Al-Qur’an, kitab suci umat muslim,” ujar Ferry.

Peristiwa tersebut memunculkan desakan agar pihak terkait memberikan penjelasan serta mengambil tindakan atas penggunaan ayat Al-Qur’an dalam kegiatan promosi minuman beralkohol tersebut.

 

Editor : Hernawati
newport miras minuman beralkohol