KALTIMPOST.ID, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memperketat proses verifikasi lowongan kerja dalam Program Pemagangan Nasional (MagangHub) tahun 2026. Langkah ini diambil agar posisi yang ditawarkan selaras dengan kualifikasi dan latar belakang pendidikan para peserta, yang mayoritas merupakan lulusan sarjana.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa posisi-posisi non-teknis seperti tenaga administrasi, front office, kasir, sales, hingga operator telah secara resmi dihapus dari katalog lowongan. Menurutnya, peran-peran tersebut dianggap kurang relevan dengan keahlian tingkat perguruan tinggi. Sebaliknya, Kemenaker mendorong penempatan yang membutuhkan keahlian khusus, seperti posisi perawat atau teknisi peralatan medis di sektor kesehatan.
Untuk memastikan kualitas program, Kemenaker menerapkan dua tahap verifikasi:
- Verifikasi Perusahaan: Menguji kelayakan dan kepatuhan instansi atau perusahaan penyelenggara terhadap aturan ketenagakerjaan.
- Verifikasi Posisi: Menyaring kembali setiap lowongan yang diajukan. Walaupun perusahaannya memenuhi syarat, tawaran posisi akan tetap ditolak jika tidak sesuai dengan kompetensi lulusan sarjana.
Perusahaan mitra dalam program ini didominasi oleh industri jasa keuangan, perbankan, manufaktur, dan kesehatan.
Ketentuan dan Fasilitas MagangHub 2026
- Target & Anggaran: Menargetkan total 150.000 peserta yang terbagi ke dalam 3 gelombang (batch), dengan total alokasi dana mencapai Rp 4,14 triliun.
- Status Peserta: Gelombang pertama telah menjaring sekitar 46.160 peserta yang lolos, sedangkan pendaftaran gelombang kedua dijadwalkan buka pada September 2026.
- Durasi & Hak Peserta: Peserta akan menjalani masa magang selama 6 bulan di instansi kementerian atau BUMN, serta berhak menerima uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditanggung penuh oleh pemerintah pusat.