KALTIMPOST.ID - Istilah desil DTSEN belakangan ramai dibicarakan masyarakat. Data ini berkaitan dengan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga dan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran sejumlah program bantuan sosial.
Pembahasan mengenai desil 9 dan 10 ikut mencuat seiring rencana pemerintah mengatur kembali sasaran penerima BBM subsidi jenis Pertalite. Kelompok tersebut berada di posisi kesejahteraan paling tinggi dalam pemeringkatan data DTSEN.
Lantas, bagaimana sebenarnya penentuan desil dilakukan? Apakah hanya berdasarkan penghasilan dan bagaimana cara cek desil menggunakan NIK DTSEN?
Baca Juga: Jeff Bezos Resmi Beli Saham Liverpool Rp39,8 Triliun, tapi FSG Tetap Pegang Kendali
Apa Itu Desil DTSEN?
Desil DTSEN merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Dalam sistem tersebut terdapat 10 kelompok yang menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga.
Setiap desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan.
Sebaliknya, desil 9 dan 10 berada di kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Data ini dapat digunakan pemerintah sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran program bantuan sosial maupun kebijakan lainnya.
Baca Juga: Banyak Warga Protes Masuk Desil 9 dan 10, Ini Penjelasan BPS dan Cara Ubah Data
Penentuan Desil Bukan Cuma dari Penghasilan
Masyarakat kerap mengira posisi desil hanya ditentukan berdasarkan jumlah pendapatan. Padahal, data DTSEN mempertimbangkan berbagai kondisi keluarga.
Beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
1. Pekerjaan anggota keluarga
Kondisi pekerjaan menjadi salah satu gambaran keadaan sosial dan ekonomi rumah tangga.
2. Pendidikan
Tingkat pendidikan anggota keluarga juga termasuk informasi yang dapat digunakan dalam pemeringkatan.
3. Kondisi tempat tinggal
Keadaan rumah dan lingkungan tempat tinggal menjadi bagian dari gambaran kondisi keluarga.
4. Sumber daya listrik
Kondisi dan akses listrik turut menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan.
5. Kepemilikan aset
Kepemilikan aset dapat menggambarkan kondisi ekonomi keluarga.
6. Kondisi sosial ekonomi lainnya
Sejumlah variabel lain digunakan untuk memberikan gambaran kesejahteraan secara lebih menyeluruh.
Karena kondisi keluarga dapat berubah, desil DTSEN juga tidak bersifat tetap. Posisi seseorang dapat berubah apabila kondisi sosial ekonominya mengalami perubahan dan data telah diperbarui serta diverifikasi.
Arti Desil 1 sampai 10
Untuk memahami posisi masing-masing kelompok, berikut gambaran desil DTSEN dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi:
· Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
· Desil 2: Keluarga pada urutan 11-20 persen terbawah.
· Desil 3: Keluarga pada urutan 21-30 persen terbawah.
· Desil 4: Keluarga pada urutan 31-40 persen terbawah.
· Desil 5: Keluarga pada urutan 41-50 persen.
· Desil 6: Keluarga pada urutan 51-60 persen.
· Desil 7: Keluarga pada urutan 61-70 persen.
· Desil 8: Keluarga pada urutan 71-80 persen.
· Desil 9: Keluarga pada urutan 81-90 persen.
· Desil 10: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Dengan demikian, desil 9 dan 10 merupakan kelompok yang berada di bagian atas pemeringkatan kesejahteraan.
Baca Juga: Mengenal Desil 1-10 yang Kini Dikaitkan dengan BBM Subsidi, Begini Cara Ceknya
Cara Cek Desil Menggunakan NIK
Masyarakat yang ingin mengetahui posisi desilnya dapat melakukan cara cek desil melalui layanan resmi yang tersedia.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui laman Cek Bansos Kementerian Sosial. Langkahnya sebagai berikut:
1. Buka laman resmi Cek Bansos melalui browser.
2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
3. Masukkan kode captcha.
4. Pilih Cari Data.
5. Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika data ditemukan, masyarakat dapat melihat informasi yang tersedia, termasuk kategori desil yang tercatat dalam sistem.
Cara Cek Desil di Situs DTSEN
Selain melalui layanan Cek Bansos, cara cek desil juga dapat dilakukan melalui laman resmi DTSEN BPS.
Berikut langkah yang perlu dilakukan:
1. Akses laman DTSEN BPS.
2. Masukkan NIK DTSEN dan kode captcha.
3. Pilih Cek Data.
4. Jika NIK ditemukan, sistem akan menampilkan keterangan bahwa NIK tercatat dalam basis DTSEN.
5. Pilih menu Cek Desil.
6. Masukkan tanggal lahir dan kode captcha.
7. Sistem kemudian menampilkan status desil.
Penggunaan NIK DTSEN membantu masyarakat mengetahui apakah data dirinya sudah tercatat dalam basis data dan berada pada kelompok desil berapa.
Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai?
Masyarakat tidak dapat memilih sendiri angka desil yang diinginkan. Jika merasa kondisi keluarga tidak sesuai dengan data DTSEN, yang dapat dilakukan adalah mengajukan pemutakhiran data.
Pengajuan dapat dilakukan melalui beberapa jalur, antara lain:
· Aplikasi Cek Bansos, melalui menu pembaruan data.
· Kantor desa atau kelurahan tempat masyarakat berdomisili.
· Dinas Sosial kabupaten/kota.
Setelah pengajuan, data tidak langsung berubah. Petugas akan melakukan proses verifikasi dan validasi, termasuk pengecekan kondisi keluarga apabila diperlukan.
Hasil pemutakhiran kemudian diproses sesuai mekanisme pemeringkatan desil DTSEN. Karena penentuan desil menggunakan berbagai variabel dan pemeringkatan secara nasional, pengajuan pembaruan tidak otomatis membuat angka desil menjadi lebih rendah.
Hasil akhirnya dapat tetap, turun, atau naik sesuai kondisi sosial ekonomi yang telah diverifikasi.
Desil Bisa Berubah, tetapi Tidak Instan
Perubahan kondisi ekonomi keluarga tidak serta-merta membuat data DTSEN berubah pada saat itu juga. Ada proses verifikasi, pengolahan data, hingga pemeringkatan ulang.
Karena itu, masyarakat yang merasa data kesejahteraannya sudah tidak sesuai sebaiknya mengajukan pemutakhiran melalui jalur yang tersedia.
Memahami cara cek desil menjadi penting agar masyarakat mengetahui posisi datanya sekaligus dapat memastikan informasi dalam DTSEN sesuai dengan kondisi sebenarnya.***
Editor : Dwi Puspitarini