BMKG Umumkan Peringatan Dini Tsunami, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:27 WIB
WASPADA: Ilustrasi bencana tsunami yang menurut hasil simulasi tahun lalu di Lampung berpotensi mengancam PPU dengan status waspada. (FOTO: IST)
Ilustrasi tsunami. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID - Peringatan dini tsunami dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Peringatan dini tsunami tersebut mencakup sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan.

BMKG menyampaikan peringatan dini tsunami setelah hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi gelombang tsunami akibat gempa yang terjadi di wilayah NTT. Sejumlah daerah kemudian masuk dalam status siaga dan waspada.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," jelas BMKG dalam siaran live di YouTube BMKG, dilansir dari CNN, Sabtu (15/8/2026).

Dalam peringatan dini tsunami tersebut, BMKG membagi wilayah terdampak berdasarkan tingkat ancaman. Sejumlah daerah di NTT dan Sulawesi Selatan masuk dalam status siaga karena berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian hingga beberapa meter.

Baca Juga: Desil 9-10 Disebut Paling Kaya, Lalu Anda Masuk Kelompok Mana?

Wilayah yang masuk status siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada, Ende, Flores, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. BMKG memperkirakan potensi ketinggian gelombang tsunami di wilayah tersebut berada pada kisaran 0,5 meter hingga 3 meter.

Kondisi tersebut membuat peringatan dini tsunami menjadi perhatian bagi masyarakat di wilayah pesisir yang berada dalam cakupan peringatan BMKG.

Empat Wilayah Berstatus Waspada

Selain wilayah yang berstatus siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah lain dalam status waspada tsunami. Potensi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 0,5 meter.

Wilayah yang masuk status waspada tsunami yakni Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo. Masyarakat di wilayah yang mendapat peringatan dini tsunami diimbau memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan perkembangan kondisi di daerah masing-masing.

Peringatan dini tsunami BMKG tersebut dikeluarkan setelah gempa bumi mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Berdasarkan keterangan resmi BMKG yang dikutip dalam informasi awal, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Akun resmi BMKG menyampaikan informasi mengenai gempa tersebut melalui media sosial.

"Peringatan Dini Tsunami di NTT, Gempa Mag:7.0, 15-Agu-26 04:58:23WIB, Lok:8.33LS,121.32BT,Kdlmn:10Km::BMKG," tulis keterangan BMKG, dilansir dari CNN, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Jeff Bezos Resmi Beli Saham Liverpool Rp39,8 Triliun, tapi FSG Tetap Pegang Kendali

Gempa tersebut dirasakan kuat oleh sejumlah warga. Salah seorang warga Manggarai Barat, Petrus, menggambarkan kuatnya guncangan yang dirasakan saat gempa terjadi.

"Betul, kencang sekali gempanya," kata Petrus, warga Manggarai Barat.

Dengan adanya peringatan dini tsunami, perkembangan informasi dari BMKG menjadi penting bagi masyarakat di wilayah yang masuk dalam daftar peringatan. Informasi mengenai status siaga maupun waspada dapat berubah mengikuti hasil pemantauan dan evaluasi kondisi gempa.

Masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang selama peringatan dini tsunami masih berlaku.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : CNN
gempa NTT tsunami NTT peringatan dini tsunami bmkg tsunami