Jalan Kaki dan Pakai Sepatu Pinjaman yang Kekecilan, Siswi Papua Ini Tembus Paskibraka Nasional

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:34 WIB
Julia Maharani Dabi, siswi gigih asal Wamena yang berhasil wujudkan mimpi menjadi bagian dari Paskibraka di Istana Kepresidenan.
Julia Maharani Dabi, siswi gigih asal Wamena yang berhasil wujudkan mimpi menjadi bagian dari Paskibraka di Istana Kepresidenan.

KALTIMPOST.ID - Setiap tanggal 17 Agustus, jutaan pasang mata di seluruh Indonesia tertuju pada barisan rapi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Kepresidenan.

Namun, di balik senyum bangga dan langkah tegap para pemuda pemudi pilihan tersebut, tersimpan cerita perjuangan hidup yang jarang tersorot media.

Salah satu cerita paling menyentuh datang dari Julia Maharani Dabi, siswi asal SMAN 1 Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.

Bagi Julia, memakai seragam Paskibraka Nasional bukan hanya prestasi akademis atau ekstrakurikuler biasa, melainkan hasil dari kerja keras, peluh, dan pengorbanan tanpa henti.

Baca Juga: 15 Link Download Desain Poster Lomba HUT ke-81 RI yang Menarik, Unik, dan Terupdate

Berawal dari Layar Kaca di Ujung Timur Indonesia

Sejak kecil, Julia selalu terpesona setiap kali menyaksikan siaran langsung upacara kemerdekaan di televisi. Postur dan ketegapan anggota Paskibraka menyalakan percikan semangat di dalam dirinya.

“Saya kalau 17-an, setiap hari saya nonton. Mereka langkahnya tegap, saya berpikir pasti saya bisa. Saya percaya diri kalau saya akan mengibarkan bendera,” ujar Julia dikutip Sabtu (15/8).

Mimpi yang semula nampak jauh itu mulai menemukan jalannya saat Julia melangkah ke jenjang SMA.

Postur tubuhnya yang tinggi serta cara berjalannya yang tegap langsung menarik perhatian seniornya di SMAN 1 Wamena. Tanpa ragu, Julia menerima ajakan untuk bergabung dalam latihan baris-berbaris.

"Setelah itu, jadi kami selalu latihan setiap sore sepulang sekolah. Latihan dan terus latihan," tuturnya.

Baca Juga: 17 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis untuk Foto Profil, Cek Pilihannya

Ujian Fisik dan Keterbatasan Ekonomi

Jalan menuju Istana Negara ternyata tidak ditaburi bunga. Rumah Julia berjarak sangat jauh dari sekolah, membutuhkan waktu sekitar 30 menit jika ditempuh dengan sepeda motor.

Ketika kondisi ekonomi keluarga sedang sulit dan tidak ada uang untuk membeli bahan bakar, Julia memilih untuk berjalan kaki menempuh jarak jauh demi mengejar sesi latihan pukul 14.00 hingga 17.00 WIT.

"Saya sangat semangat karena menurut saya, saya percaya diri. Pasti saya akan bisa jadi Paskibraka nasional. Jadi bagaimanapun tantangannya, cobaan, godaan, saya lewati," imbuh dia.

Semangat baja tersebut membuahkan hasil. Saat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan seleksi, Julia lolos bertahap dari tingkat sekolah, provinsi, hingga akhirnya dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti verifikasi akhir.

Baca Juga: Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Agustus 2026 Turun, Ini Rincian Terbarunya

Menahan Sakit demi Sepasang Sepatu Pantofel

Tantangan terberat justru muncul menjelang keberangkatannya ke ibu kota. Karena keterbatasan dana, Julia bahkan tidak memiliki sepatu pantofel hitam yang menjadi syarat wajib latihan. Tidak kehilangan akal, ia meminjam sepatu milik tetangganya.

Sayangnya, ukuran sepatu pinjaman tersebut terlalu kecil untuk ukuran kakinya. Selama hari-hari pelatihan yang berat, Julia harus menahan rasa sakit luar biasa akibat rasa pegal dan gesekan sepatu yang sempit. Namun, rasa sakit di kaki tidak cukup kuat untuk memadamkan tekad di dadanya.

"Tapi saya tetap semangat. Bagaimanapun caranya, ada tantangan walaupun sakit, saya tetap latihan. Karena saya yakin saya bisa. Saya bukan perempuan lemah, saya itu kuat. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh supaya bisa mengibarkan bendera," jelas dia.

Baca Juga: Istana Wapres di IKN Dibuka untuk Warga Selama 3 Hari, Pengunjung Bisa Melihat Pemandangan dari Balk

Selain masalah fisik dan perlengkapan, berada di Jakarta juga menuntut Julia untuk beradaptasi dengan lingkungan baru serta berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya dari berbagai suku dan provinsi di seluruh Indonesia. ***

Editor : Dwi Puspitarini
kisah Julia Maharani Dabi SMAN 1 Wamena hut ri Papua Pegunungan paskibraka