Bukan Hanya Nominal Gaji, Ini Penyebab Warga Berpenghasilan Rp3 Juta Terdata di Desil 10 DTSEN

Ilmidza • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf

KALTIMPOST.ID, Keresahan sejumlah warga berpenghasilan sekitar Rp3 juta per bulan yang mendadak masuk dalam kategori desil 10 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akhirnya mendapat respons dari Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

​Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menegaskan, penentuan tingkat kesejahteraan seseorang tidak bisa cuma dilihat dari satu kacamata saja, yakni besaran gaji atau pendapatan saban bulan. Penilaian itu melibatkan beragam variabel sosial ekonomi yang dihitung secara akurat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

​"Tidak hanya soal nominal pendapatan harian atau bulanan," ujar Gus Ipul.

​BPS menerapkan metode agregat dengan menakar berbagai indikator pendukung untuk memotret kondisi ekonomi sebuah keluarga secara riil. Beberapa kriteria mendasar yang diukur antara lain:

​Dalam skema DTSEN, masyarakat terbagi ke dalam 10 tingkatan (desil). Desil 1 berada pada urutan paling rentan atau kurang mampu, sedangkan desil 10 menempati urutan paling sejahtera.

​Gus Ipul meminta warga tak perlu panik berlebihan, sebab data tersebut dinamis dan terus berjalan. Pemutakhiran status DTSEN dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Bagi warga yang merasa pemeringkatan ekonominya tak sesuai dengan kondisi di lapangan, pemerintah membuka pintu lebar untuk mengajukan perbaikan atau sanggahan data lewat jalur resmi yang disiapkan.

Editor : Ilmidza
desil 1-10 cek desil 2026 Mensos Gus Ipul