Viral 3 WNA Israel Anggota IDF Diusir dari Gym Bali, Berujung Rating 1 dan Tudingan Rasis

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:33 WIB
WNA Israel yang mengaku sebagai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) (kiri) diusir pemilik gym di Ubud, Bali, karena berperilaku kasar. (tangkapan layar/inilah.com)
WNA Israel yang mengaku sebagai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) (kiri) diusir pemilik gym di Ubud, Bali, diduga berperilaku kasar. (tangkapan layar/inilah.com)

KALTIMPOST.ID, Video tiga warga negara asing (WNA) yang disebut berasal dari Israel diusir dari sebuah gym di Ubud, Gianyar, Bali, viral di media sosial.

Peristiwa bermula ketika tiga pria asing datang ke gym milik Samir di kawasan Ubud.

Menurut keterangan Samir dalam video klarifikasi yang beredar, salah satu dari mereka bersikap kasar terhadap staf.

"Ketika saya tanya, mereka bilang orang Israel. Jadi saya bilang kita tidak melayani orang Israel. Kami juga tidak melayani siapa pun yang kasar ke staf kami. Anda harus menghormati penduduk lokal yang bekerja keras," kata Samir dalam klarifikasinya, Rabu (19/8/2026).

Setelah mendapat laporan dari staf, Samir kemudian menghampiri ketiganya. Ia mengaku menanyakan persoalan yang terjadi sekaligus kewarganegaraan mereka.

Baca Juga: Siapa Don Ritto? Profil, Agama, dan Biodata Lengkap: Dari Satu Kampus, Kini Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Dalam percakapan tersebut, Samir menyebut ketiga pria itu mengaku sebagai warga Israel dan tergabung dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Ia juga mengklaim mereka masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara lain.

"Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain," ucap Samir dalam bahasa Inggris.

Video yang kemudian viral memperlihatkan Samir beradu argumen dengan salah satu pria asing sebelum meminta ketiganya keluar dari gym.

"Kalian bertugas di IDF? Jadi saya tidak membahas. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Dan bersyukur, karena saya tidak melibatkan polisi," ucap Samir dalam rekaman tersebut.

Setelah video pengusiran menyebar luas, Samir mengaku pihaknya mendapat ulasan bintang satu di Google Review.

Dalam ulasan tersebut, ia disebut bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

Samir membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan penolakannya ditujukan kepada warga Israel dan IDF, serta siapa pun yang bersikap kasar kepada stafnya.

"Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Tapi mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama. Untung kami merekam semuanya karena saya tahu mereka akan berbohong," tegasnya.

Baca Juga: Kekayaan dan Agama Destry Damayanti: Tembus Rp 100 M, Ini Koleksi Mobil Listrik, Aset Mewah, dan Akun Instagram

Ia kemudian kembali menegaskan sikapnya setelah insiden tersebut menjadi perhatian publik.

"Saya ingin sangat jelas. Jangan melayani IDF dan siapa pun yang kasar kepada staf kami," tegas Samir.

Imigrasi dan Polisi Cek Keberadaan 3 WNA

Viralnya video tersebut kini ditindaklanjuti aparat. Pihak Imigrasi dan kepolisian melakukan pengecekan untuk memastikan identitas ketiga WNA.

Termasuk dugaan keterkaitan mereka dengan IDF serta informasi mengenai dokumen perjalanan yang digunakan.

Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Putu Suhendra, menyatakan pihaknya akan mengecek informasi tersebut.

"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra saat dikonfirmasi Rabu (19/8/2026).

Adapun soal WNA Israel yang masuk ke Indonesia, pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa pemegang paspor Israel memerlukan mekanisme visa dengan verifikasi dan persetujuan khusus yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. (*)

Editor : Almasrifah
idf Ubud wna Israel bali