30 Tahun Kedinasan Lucky Avianto: Lulusan Terbaik Akmil yang Berpengalaman di Daerah Operasi

Thomas Priyandoko • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:03 WIB
Letjen TNI Lucky Avianto saat bertugas di Pos Kotis Yonif 751/VJS, melakukan sosialisasi kepada masyarakat Sentani Papua. (Foto: Yonif 751/VJS)
Letjen TNI Lucky Avianto saat bertugas di Pos Kotis Yonif 751/VJS, melakukan sosialisasi kepada masyarakat Sentani Papua. (Foto: Yonif 751/VJS)

 

KALTIM POST –Letjen TNI Lucky Avianto masuk deretan nama perwira tinggi yang patut diacungi jempol berkat kesetiaan dan pengabdiannya kepada institusi maupun bangsa Indonesia.

Namanya kembali terangkat setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di bekas markas kelompok bersenjata pimpinan Sabinus Waker  di kawasan Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah (17/8/2026).

Bukan sekadar upacara kemerdekaan, kehadiran TNI menjadi simbol bahwa negara ini masih berdaulat penuh dan segala gangguan ancaman terhadap NKRI akan ditangani dengan tegas.

Baca Juga: Kerajaan Batu Bara Low Tuck Kwong di Kaltim Dibidik Haji Isam, Nilainya Rp333 Triliun

Upacara tersebut juga dihadiri langsung Bupati Intan Jaya Aner Maisini dan anggota DPRD Intan Jaya, Titus Kobogau.

Sepekan sebelumnya, lokasi tersebut berhasil dikuasi dan diamankan oleh Satgas TNI Habema. Lokasi tersebut merupakan markas yang menjadi tempat konsentrasi Kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VII/Kemabu di bawah kendali Sabinus Waker.

Karier 30 Tahun

Lucky Avianto saat ini menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Namun meraihnya, ia melalui perjalanan yang panjang selama 30 tahun kedinasan militernya.  

Baca Juga: LHKPN Terakhir Fadil Imran Rp7,32 Miliar, Kini Jadi Komisaris MIND ID dengan Honor hingga Rp131 Juta

Lucky merupakan lulusan Akademi Militer 1996 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik di kelasnya. Sebelum menempuh pendidikan kemiliteran, ia adalah alumni angkatan pertama SMA Taruna Nusantara di Magelang, yang juga menjadi jenderal bintang tiga pertama dari sekolah tersebut.

Semasa remaja, Lucky dikenal sebagai anak yang sudah fasih berbahasa Inggris dan kerap menikmati buku atau bacaan dari luar negeri. Modal berbahasa asing juga yang membuatnya terpilih sebagai peserta pertukaran kadet dengan Australia saat berada di Akademi Militer.

Lulus dengan pangkat Letnan Dua, Lucky memulai karier di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Saat berada di lingkungan baret merah, Lucku Avianto pernah menjabat Danton Yon-23 Grup 2 Kopassus, Danki Yon-23 Grup 2 Kopassus, Kasi Intel Komando Operasi di Aceh, Dantim Yon 31 Grup 3 Kopassus, serta Kasi Ops Grup 1 Kopassus

Sejumlah jabatan lain juga pernah diemban Lucky, mulai dari posisi komandan hingga staf strategis. Ia antara lain pernah memimpin satuan di lingkungan Kopassus, Yonif 400/Raider, Yonif 500/Raider, serta Kodim 0829/Bangkalan.

Kariernya kemudian berkembang ke sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD, termasuk Danrindam XII/Tanjungpura, Danrindam XVIII/Kasuari, serta beberapa posisi staf di lingkungan Kodam dan Kopassus.

Pengalaman di wilayah timur Indonesia menjadi bagian penting perjalanan militernya. Ia tercatat pernah menjabat Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema,  satuan yang ditakuti kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebelum kemudian dipercaya sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/1033/VIII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Paser Siagakan Puskesmas Antisipasi Dampak Karhutla, Ini Imbauan yang Harus Diingat

Kodam XXIV/Mandala Trikora sendiri baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan membawahi wilayah Merauke, Papua Selatan.

Pada Maret 2026, Lucky mendapat promosi menjadi Pangkogabwilhan III dengan pangkat Letjen TNI, yakni sebuah promosi yang tergolong cepat mengingat ia baru sekitar tujuh bulan menjabat Pangdam XXIV/Mandala Trikora.

Jabatan barunya ini menempatkan Lucky sebagai salah satu perwira tinggi dengan tanggung jawab strategis atas wilayah pertahanan Indonesia bagian timur.

Kogabwilhan III merupakan komando utama operasi yang berada langsung di bawah Panglima TNI, bermarkas di Timika, Papua. Wilayah operasinya meliputi matra darat (Kepulauan Maluku dan Pulau Papua), laut (perairan sekitar Kepulauan Maluku, Pulau Papua, dan ALKI-3b beserta perairan sekitarnya), serta udara (wilayah di atas kawasan-kawasan tersebut).

Konsisten Terbaik di Pendidikan dan Penghargaan

Rekam jejak pendidikan Lucky konsisten menempatkannya sebagai lulusan terbaik di setiap jenjang pendidikan pengembangan perwira yang ia tempuh.

Setelah meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akmil 1996, prestasi serupa berlanjut ketika ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Seskoad). Ya, Lucky tercatat sebagai lulusan terbaik Dikreg Seskoad Angkatan XLIX Tahun 2011.

Delapan tahun berselang, capaian itu terulang di jenjang yang lebih tinggi. Pada pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Lucky kembali menjadi lulusan terbaik Dikreg XLVI Sesko TNI Tahun 2019, dan atas prestasi itu ia menerima penghargaan Wira Adhi Nugraha, yang merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada lulusan terbaik program tersebut.

Baca Juga: Profil Frederik Kiran Soekarno Seegers, Cucu Soekarno Berdarah Indonesia, Jepang, dan Belanda

Jenjang pendidikan perwira tertingginya, Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), juga ia tuntaskan dengan predikat Lulusan Terbaik Akademik pada tahun 2023.

Di luar pendidikan kemiliteran, Lucky menempuh pendidikan akademik formal. Ia meraih gelar sarjana ilmu pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2012, dan gelar magister ilmu administrasi dari Universitas Krisnadwipayana pada 2018. Kedua program pendidikan tersebut ia selesaikan dengan predikat cum laude.

Pengalaman di Daerah Operasi dan Penugasan Internasional

Selain jenjang pendidikan, rekam jejak kedinasan Lucky juga diwarnai pengalaman di berbagai daerah operasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, perwira pemegang Brevet Komando Kopassus ini pernah terlibat dalam Operasi Maluku dan Operasi Aceh.

Baca Juga: Putra Gowa Komjen Mohammad Fadil Imran Pensiun dari Polri, Kini Jadi Komisaris MIND ID

Di kancah internasional, Lucky pernah bertugas sebagai Military Observer dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo pada tahun 2009.

Dalam misi internasional lainnya, ia juga pernah menjabat Komandan Batalyon Mekanis TNI (Indobatt) di UNIFIL Kongo XXIII-G di Lebanon.

Rangkaian pengalaman operasi dan penugasan internasional inilah yang melengkapi profil Lucky sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan bintang tiga sebagai Pangkogabwilhan III.

Editor : Thomas Priyandoko
profil letjen lucky avianto jenderal kopasus lucky avianto profil letjen tni lucky avianto kogabwilhan iii tni ad