KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.860 gempa bumi susulan setelah gempa utama Flores bermagnitudo 7,7. Data tersebut merupakan pembaruan hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo terkecil tercatat sebesar 1,1.
BMKG juga mencatat sebanyak 30 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5,0. Angka tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak masih terus berlangsung setelah gempa utama Flores M7,7.
Selain itu, sebanyak 116 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Informasi terbaru mengenai aktivitas gempa bumi dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Hingga pembaruan terakhir, BMKG belum menyebutkan kapan rangkaian gempa susulan tersebut akan sepenuhnya berakhir. Aktivitas gempa susulan dapat terus terjadi dengan kekuatan yang bervariasi dan secara umum akan berangsur menurun seiring waktu.
Editor : Thomas Priyandoko