Prakiraan BMKG 21–27 Agustus 2026, Potensi Awan Cumulonimbus Bergeser ke Papua Barat Daya

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Ilustrasi Awan Cumulonimbus (Pinterest).
Ilustrasi Awan Cumulonimbus (Pinterest).

KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui prakiraan sebaran awan Cumulonimbus (Cb) untuk periode 21–27 Agustus 2026. Hasil pemantauan menunjukkan pergeseran titik intensitas tinggi; kategori Frequent (FRQ) yang sebelumnya melingkupi perairan barat Sumatera kini berpindah ke wilayah timur Indonesia.

​Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya tercatat sebagai satu-satunya area yang masuk dalam kategori FRQ. Artinya, kawasan tersebut memiliki cakupan spasial maksimum awan Cb melebihi 75 persen. Kondisi ini berbanding balik dari periode 20–26 Agustus, saat status FRQ masih mendominasi Samudra Hindia di barat Bengkulu dan Kepulauan Mentawai.

​BMKG menegaskan bahwa kategori FRQ berkaitan dengan persentase luas sebaran awan konvektif pemicu hujan lebat, angin kencang, dan petir bukan tolok ukur peluang terjadinya hujan secara langsung. Perubahan lokasi ini murni dinamika atmosfer, bukan penanda adanya pergerakan awan massal dari Sumatera menuju Papua.

27 Wilayah Masuk Kategori OCNL

Selain satu titik FRQ, BMKG memetakan 27 wilayah darat dan laut yang berada di kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan area awan Cb berkisar 50–75 persen.

​Dibandingkan periode pekan lalu, daftar wilayah OCNL mengalami penyesuaian. Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Selat Karimata utara, serta Selat Malaka utara kini masuk dalam daftar pemantauan, sementara Sulawesi Tengah dilaporkan sudah keluar dari zona tersebut.

Klasifikasi Potensi Awan Cumulonimbus BMKG:

​Peta persebaran awan Cb berbasis pemodelan cuaca numerik ini sejatinya ditujukan untuk mendukung panduan penerbangan nasional. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau para nelayan, pelaku moda transportasi laut, hingga masyarakat di zona FRQ dan OCNL untuk rutin memantau pembaruan cuaca berkala guna mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Editor : Ilmidza
prakiraan cuaca bmkg