KALTIMPOST.ID, PURWOKERTO – Nama Dr Norman Arie Prayogo menjadi sorotan setelah Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut dibawa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jakarta.
Norman sebelumnya menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Pemeriksaan berlangsung berjam-jam sebelum dirinya meninggalkan lokasi pada malam hari.
Berdasarkan laporan sejumlah media, Norman tidak sendiri. Sejumlah pejabat Unsoed dan pihak dari luar kampus juga menjalani pemeriksaan KPK. Usai pemeriksaan, Norman menyebut prosesnya akan dilanjutkan di Jakarta.
Baca Juga: Usai Diperiksa Hampir 10 Jam, Warek III Unsoed Norman Arie Prayogo Dibawa KPK ke Jakarta
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi KPK yang menyebut Norman sebagai tersangka. Materi perkara yang sedang didalami penyidik juga belum disampaikan secara terbuka.
Latar Belakang Akademik
Norman Arie Prayogo lahir di Banyumas pada 7 September 1982. Ia menempuh pendidikan sarjana Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Jenderal Soedirman.
Pendidikan magisternya dilanjutkan pada bidang Biologi di Unsoed. Setelah itu, Norman meraih gelar doktor melalui program S3 Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada.
Sebelum menjadi pejabat kampus, Norman dikenal sebagai akademisi dan peneliti. Fokus penelitiannya banyak berkaitan dengan bidang biologi perairan, reproduksi ikan, genetika, serta kajian molekuler.
Jejak Penelitian Norman
Profil resmi Unsoed mencatat Norman terlibat dalam sejumlah penelitian mengenai ekspresi gen yang berkaitan dengan reproduksi ikan.
Beberapa risetnya mengkaji aktivitas gen Kisspeptin, GnRH, GtH, hingga reseptor vitellogenin pada sejumlah spesies ikan. Ia juga melakukan penelitian terkait dampak logam berat terhadap organisme perairan.
Bidang tersebut menunjukkan rekam akademiknya cukup kuat dalam penelitian bioteknologi dan sumber daya perairan.
Publikasi di Jurnal Internasional
Norman juga tercatat memiliki sejumlah publikasi ilmiah. Beberapa karyanya membahas hormon gonadotropin pada ikan gurami, dampak endosulfan terhadap ekspresi gen, pencemaran logam berat di perairan, hingga identifikasi genetik tanaman pesisir.
Sejumlah artikel yang mencantumkan namanya diterbitkan pada jurnal yang terindeks Scopus, termasuk jurnal dengan peringkat Q3 dan Q4.
Kini Jadi Sorotan KPK
Karier akademik Norman kini menjadi perhatian publik setelah pemeriksaan KPK terhadap sejumlah orang di lingkungan Unsoed.
Selain Norman, Wakil Rektor I Unsoed Noor Farid dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto juga disebut menjalani pemeriksaan. Tiga pihak dari luar kampus turut diperiksa.
Baca Juga: Profil Letjen TNI Lucky Avianto, Jenderal Kopassus yang Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Bekas Markas
Norman kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Situasi tersebut membuat publik menunggu penjelasan KPK mengenai perkara yang sedang ditangani serta posisi hukum masing-masing pihak.
KPK belum mengumumkan secara resmi status hukum Norman maupun menjelaskan konstruksi perkara yang menjadi dasar pemeriksaan tersebut. Karena itu, penyebutan Norman sebagai pihak yang "ditangkap" atau "tersangka" perlu menunggu pernyataan resmi lembaga antirasuah.
Editor : Uways Alqadrie