KUALA KAPUAS, KALTIM POST – Warga Kapuas perlu mulai membatasi aktivitas di luar rumah. Kualitas udara pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan kondisi yang mulai tak bersahabat, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap paparan polusi.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, parameter kritis berada pada PM2,5 dengan indeks 107. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih di tengah potensi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk bersiap-siap, termasuk menyiapkan stok masker dan mengantisipasi kemungkinan meningkatnya pasien akibat asap atau kualitas udara yang semakin memburuk,” ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Jangan sampai kondisi udara memburuk terlebih dahulu baru dilakukan penanganan.
Paparan partikulat halus PM2,5 juga perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian lebih.
Baca Juga: Prof Dr Norman Arie Prayogo Dibawa KPK: Punya Harta Rp1,88 Miliar, Utang Rp130 Juta
BPBD Kapuas mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.
Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara semakin memburuk.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat dan asap.
“Yang paling penting masyarakat tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar jika kualitas udara semakin memburuk,” tegas Pangeran.
Baca Juga: Karhutla Bukan Sekadar Kebakaran, Asap hingga Heat Stress Ancam Kesehatan Warga
Kondisi udara Kapuas yang sudah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif menjadi sinyal agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.
Selain penanganan karhutla, kesiapan sektor kesehatan juga dinilai penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan apabila kualitas udara terus menurun.(*)
Sumber : Kalteng Pos