Dampak El Niño Kuat, BMKG Ungkap Mayoritas Wilayah Indonesia Dilanda Musim Kemarau Akhir Agustus

Ilmidza • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:03 WIB
Ilustrasi kemarau panjan(Foto : Pinterest)
Ilustrasi kemarau panjan(Foto : Pinterest)

KALTIMPOST.ID, BMKG memprediksi mayoritas wilayah Indonesia bakal dilanda hari-hari minim hujan pada Dasarian III Agustus 2026. Dominasi kondisi kering ini dipicu oleh fenomena El Niño intensitas kuat yang berkolaborasi dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, sehingga memangkas drastis pasokan uap air di atmosfer nusantara.

​Berdasarkan analisis BMKG, sebanyak 86,62 persen wilayah Indonesia masuk dalam zona curah hujan rendah (0–50 mm per dasarian). Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra Bagian Selatan (Sumsel, Babel, Lampung), Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua Barat dan Papua Barat Daya.

​Sementara itu, sisa 13,38 persen wilayah lainnya diperkirakan masih menerima curah hujan kategori menengah (50–150 mm per dasarian), mencakup sebagian Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, serta wilayah Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Penyebab Hujan Lokal di Tengah Musim Kering

​Kendati kondisi atmosfer dominan kering, BMKG mencatat potensi hujan skala lokal tetap terbuka dalam sepekan ke depan. Pembentukan awan hujan ini ditopang oleh kombinasi dinamika atmosfer berikut:

​Pertemuan massa udara akibat gangguan atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat secara lokal masih bisa terjadi di titik-titik tertentu.

Editor : Ilmidza
Kemarau 2026 musim kemarau 2026 kebakaran hutan