Gerhana Bulan Sebagian di Akhir Agustus 2026: Jadwal Puncak, Dampak, dan Cara Nontonnya

Ilmidza • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:51 WIB
Ilustrasi gerhana bulan.
Ilustrasi gerhana bulan.
 
KALTIMPOST.ID,  Fenomena antariksa langka bakal kembali menyapa penduduk bumi pada 27–28 Agustus 2026. Gerhana bulan sebagian diproyeksikan menyelimuti sebagian besar langit global, menutupi hingga 96 persen wajah sang satelit alami.

​Secara teknis, gerhana ini terjadi saat posisi bumi berada tepat di antara matahari dan bulan dalam fase purnama, meski sejajarannya tidak sempurna. Kondisi tersebut membuat piringan bulan hampir seluruhnya masuk ke dalam umbra atau bayangan inti bumi.

Rincian Jadwal dan Akses Pengamatan

​Fenomena ini dapat diamati di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, hingga Eropa. Wilayah Indonesia dipastikan tidak mendapat kesempatan menyaksikan peristiwa ini karena terjadi pada siang hari di wilayah nusantara.

  • Awal Fase Umbra: 27 Agustus pukul 22.33 EDT (28 Agustus pukul 09.33 WIB).
  • Puncak Gerhana: 28 Agustus pukul 00.12 EDT (28 Agustus pukul 11.12 WIB).

​Saat mencapai puncaknya, permukaan bulan akan memancarkan rona kemerahan atau jingga—mirip fenomena Blood Moon. Efek visual ini muncul akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi yang diteruskan ke permukaan bulan. Bagi warga di pesisir barat Amerika Serikat, puncak fenomena ini melintas selepas tengah malam. Sementara itu, pengamat di Inggris baru bisa menyaksikannya sesaat sebelum fajar memancar di ufuk barat daya.

​Masyarakat yang berada di jalur pengamatan dapat menikmati sajian alam ini secara langsung tanpa perlu kacamata pelindung khusus. Kendati aman dilihat dengan mata telanjang, penggunaan binokular atau teleskop sangat disarankan untuk mengamati pergerakan bayangan bumi secara lebih detail.

Editor : Ilmidza
gerhana bulan Agustus 2026