KALTIMPOST.ID, DAIRI – Nasib malang dialami dua kakak beradik di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Anak yang masing-masing berusia 7 dan 6 tahun itu diduga menjadi korban kekerasan selama berada dalam pengasuhan seorang perempuan berinisial ES.
Kasus tersebut mencuat setelah warga menemukan salah satu korban dalam kondisi terluka di kawasan sekitar Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang. Kondisi korban saat ditemukan membuat warga kemudian melaporkan kejadian tersebut.
Dari informasi yang dihimpun polisi, kedua anak itu sebelumnya dititipkan kepada ES. Mereka berada dalam pengasuhan perempuan tersebut karena sang ibu harus bekerja di Balige. Ayah korban diketahui sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jombang: Catat Hari, Jam dan Lokasi Acara
Persoalan biaya pengasuhan diduga menjadi awal munculnya masalah. Sang ibu disebut telah menjanjikan pembayaran Rp500 ribu per minggu kepada ES. Namun, pembayaran tersebut diduga tidak berjalan sesuai kesepakatan.
Kekecewaan itu diduga kemudian dilampiaskan kepada kedua anak.
Penyelidikan polisi mengungkap dugaan kekerasan dilakukan berulang kali. Korban disebut mendapat perlakuan kasar menggunakan sejumlah benda di dalam rumah. Selain itu, anak-anak tersebut diduga mengalami kekerasan fisik hingga menimbulkan luka serius.
Salah satu korban bahkan mengalami patah tulang pada bagian lengan. Lebam juga ditemukan di sejumlah bagian tubuh korban.
Kasus ini semakin terbuka setelah video pengakuan salah satu anak beredar melalui media sosial. Polisi langsung melakukan penelusuran dan mengamankan ES dari rumahnya.
Kasie Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan membenarkan penangkapan tersebut. ES selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, kedua korban telah mendapat penanganan medis. Karena kondisi luka yang dialami cukup serius, keduanya dirujuk ke RSU Haji Medan.
Pemerintah Kabupaten Dairi juga turun tangan. Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menjenguk kedua korban dan memastikan pemulihan mereka menjadi perhatian pemerintah.
Tak hanya kondisi fisik, pemulihan psikologis juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menyatakan penanganan akan dilakukan dengan melibatkan pihak terkait.
Baca Juga: Pesawat AirAsia Rute Kota Kinabalu-Shanghai Heboh, Penumpang Buang Air Besar di Kursi
Untuk pengasuhan selanjutnya, pemerintah masih menunggu pembicaraan bersama keluarga. Pemkab Dairi menyatakan tidak akan mengambil keputusan sepihak selama masih ada keluarga korban yang dapat dilibatkan.
Di sisi lain, keberadaan ibu kandung kedua anak tersebut masih menjadi bagian yang perlu dipastikan. Polisi terus menangani perkara ini untuk mengungkap rangkaian kejadian serta memastikan proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan.
Editor : Uways Alqadrie