KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dua sistem siklon tropis yang berada di sekitar kawasan Indonesia, yakni Siklon Tropis Atsani dan Siklon Tropis Narra.
Meski keduanya berada cukup jauh dari wilayah Indonesia dan cenderung bergerak menjauh, keberadaan dua siklon tersebut tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung, terutama terhadap kondisi perairan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Siklon Tropis Atsani sebelumnya terbentuk dari Bibit Siklon Tropis 97W. Sistem tersebut meningkat menjadi siklon tropis pada 24 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
"Saat ini, Siklon Tropis Atsani berada di Samudra Pasifik utara Papua dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," ujar Andri, Selasa (25/8/2026).
Siklon Tropis Atsani Bergerak ke Utara
Berdasarkan pemantauan BMKG pada Selasa (25/8/2026) pukul 07.00 WIB, pusat Siklon Tropis Atsani berada di sekitar 19 derajat lintang utara (LU) dan 138 derajat bujur timur (BT).
Lokasi tersebut berjarak sekitar 2.260 kilometer di sebelah utara Biak.
Siklon Atsani bergerak menuju utara dengan kecepatan sekitar 12 knot atau setara 22 kilometer per jam.
Pada saat pemantauan, sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot atau 55 kilometer per jam. Tekanan udara minimum di pusat siklon tercatat sekitar 1.000 hPa.
BMKG memperkirakan kekuatan Atsani akan berkurang dalam 24 jam berikutnya. Kecepatan angin maksimum diprediksi menurun sehingga sistem tersebut melemah ke kategori rendah atau low.
Pergerakannya juga diperkirakan tetap mengarah ke utara.
Dengan melemahnya sistem tersebut, pembaruan mengenai Atsani menjadi informasi terakhir yang disampaikan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Siklon Tropis Narra Berada di Laut China Selatan
Selain Atsani, BMKG juga memantau Siklon Tropis Narra.
Sistem ini sebelumnya berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W dan mencapai status siklon tropis pada 22 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Saat terbentuk, sistem tersebut berada di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta.
Kini, Siklon Tropis Narra berada di Laut China Selatan, tepatnya di sebelah barat Hainan.
Data BMKG pada 25 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan pusat Narra berada di sekitar 19,9 derajat LU dan 108,0 derajat BT. Posisinya sekitar 1.780 kilometer di sebelah utara Natuna.
Narra bergerak perlahan ke arah timur-timur laut dengan kecepatan sekitar 2 knot atau 4 kilometer per jam. Sistem tersebut juga bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat siklon mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam. Tekanan udara minimumnya tercatat 994 hPa dan saat ini berada dalam kategori 1.
Narra Diprediksi Bergerak Menuju China
BMKG memperkirakan Siklon Tropis Narra akan bergerak menuju daratan China dalam 24 jam berikutnya, hingga Rabu (26/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Pusat sistem diperkirakan berada di sekitar 21,0 derajat LU dan 109,9 derajat BT. Posisi tersebut berjarak sekitar 1.910 kilometer dari Natuna ke arah utara.
Kecepatan pergerakannya diprediksi meningkat menjadi sekitar 5 knot atau 9 kilometer per jam dengan arah timur laut.
Sementara itu, kecepatan angin maksimum diperkirakan masih berada di sekitar 35 knot atau 65 kilometer per jam. Tekanan udara minimum diperkirakan sekitar 994 hPa dengan intensitas tetap pada kategori 1.
Setelah sistem bergerak keluar dari Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta, informasi tersebut menjadi pembaruan terakhir BMKG untuk Siklon Tropis Narra.
Dampak yang Perlu Diwaspadai di Indonesia
Walaupun kedua siklon tidak berada tepat di wilayah Indonesia, pengaruh tidak langsungnya tetap perlu diperhatikan.
Salah satu dampak yang berpotensi muncul adalah peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.
Untuk sisa-sisa pengaruh Siklon Tropis Atsani hingga 26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG memperkirakan adanya gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
Potensi gelombang tersebut dapat terjadi di:
- Perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
- Laut Maluku.
- Samudra Pasifik bagian utara Maluku hingga Papua Barat.
Sementara itu, Siklon Tropis Narra juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap perairan Indonesia.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut China Natuna Utara.
BMKG Imbau Masyarakat Waspada
BMKG meminta masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah pesisir serta masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran, meningkatkan kewaspadaan.
Potensi yang perlu diperhatikan antara lain gelombang laut yang meninggi, angin kencang, hingga hujan lebat yang dapat muncul sebagai dampak tidak langsung aktivitas siklon.
Pelaku pelayaran juga disarankan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas di laut.
Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi mengikuti pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Dengan posisi Atsani dan Narra yang masih berada jauh dari Indonesia serta bergerak menjauhi wilayah nasional, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga pesisir dan pengguna transportasi laut di wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang.
Editor : Ilmidza