KALTIMPOST.ID, Menu makan bergizi gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik usai ramai di media sosial beredar video seorang guru di Sindangsari, Lampung Utara, yang mengamuk setelah menemukan peluru dalam potongan daging di menu MBG.
Dalam video yang dibagikan oleh akun X @Menuembegejelek tersebut, sang guru memperlihatkan ompreng berisi daging yang tertancap sebuah peluru senapan angin.
Benda itu diklaim ditemukan oleh seorang siswa kelas 5 di dalam potongan daging menu MBG.
"Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam video.
Guru itu lantas mempertanyakan pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari yang menyediakan makanan bagi siswa.
Dia juga menyebut dapur tersebut sebelumnya pernah mendapat teguran terkait menu yang dibagikan kepada penerima manfaat.
"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," katanya.
SPPG Sindagsari Distop Sementara
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfaris mengungkap bahwa SPPG Sindangsari sudah dihentikan sementara.
Atas temuan peluru senapan angin dalam menu daging program MBG, operasional SPPG Sindangsari dihentikan sementara waktu atau suspend.
Penghentian dilakukan sembari tim melakukan penelusuran untuk memastikan asal benda yang ditemukan di dalam daging tersebut.
“Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini, tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana,” ucap Fitra.
Untuk memastikan temuan tersebut, daging yang diduga berisi benda menyerupai peluru kini telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.
Pemeriksaan dan uji laboratorium dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai benda yang ditemukan sekaligus menelusuri kemungkinan sumbernya.
Fitra menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan keluar.
Editor : Hernawati