Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Ditutup, Cek 8 Instansi Sepi Peminat

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Ilustrasi sekolah kedinasan.
Ilustrasi sekolah kedinasan.

KALTIMPOST.ID, Masa pendaftaran sekolah kedinasan 2026 tinggal menghitung hari sebelum resmi ditutup pada Minggu (30/8). Memasuki masa krusial ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis rekapitulasi data pendaftar per 26 Agustus 2026 pukul 09.14 WIB.

​Data statistik sementara tersebut memetakan peta persaingan di berbagai instansi. Menariknya, sejumlah perguruan tinggi kedinasan—khususnya di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)—masih mencatatkan jumlah pendaftar yang tergolong minim. Kondisi ini membuka peluang emas bagi calon praja atau taruna yang ingin memanfaatkan persaingan lebih longgar.

​Sebagai informasi, BKN membedakan data pendaftaran menjadi dua kategori: pelamar (baru memilih instansi di sistem) dan submit (sudah menuntaskan seluruh berkas pendaftaran).

Daftar Sekolah Kedinasan Minim Peminat (Data Sementara BKN)

​Berikut 8 instansi kedinasan dengan angka submit terendah:

  1. Politeknik Penerbangan Jayapura (Pelamar: 49 | Submit: 15)
  2. Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara (Pelamar: 110 | Submit: 35)
  3. API Banyuwangi (Pelamar: 111 | Submit: 31)
  4. Politeknik Pelayaran Surabaya (Pelamar: 147 | Submit: 38)
  5. Poltek Transportasi SDP Palembang (Pelamar: 188 | Submit: 53)
  6. Politeknik Penerbangan Palembang (Pelamar: 390 | Submit: 130)
  7. PPI Curug (Pelamar: 393 | Submit: 146)
  8. Politeknik Penerbangan Surabaya (Pelamar: 562 | Submit: 230)

​Guna memaksimalkan peluang di Kemenhub, pendaftar disarankan mencermati alokasi formasi yang dibuka:

Peta Persaingan Instansi Favorit

​Berbanding terbalik dengan jajaran sekolah penerbangan dan pelayaran di atas, beberapa instansi favorit justru mencatatkan ledakan pendaftar:

​Para calon pelamar diimbau segera menuntaskan tahapan pendaftaran sebelum batas waktu akhir pekan ini agar tidak terkendala lonjakan trafik sistem di hari penutupan.

Editor : Ilmidza
sekolah kedinasan