KALTIMPOST.ID, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi hari ini, Jumat (28/8/2026).
Erupsi terjadi pada pukul 07.35 WITA dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi, kolom abu erupsi tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat daya dan barat.
Aktivitas erupsi juga terekam pada seismograf. Berdasarkan keterangan Badan Geologi, erupsi memiliki amplitudo maksimum 14,8 milimeter dengan durasi sekitar 364 detik atau enam menit empat detik.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan, kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Status Siaga.
Dengan status Siaga, masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain ancaman langsung dari aktivitas erupsi, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan.
Ancaman tersebut dapat terjadi pada sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak gunung apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tersebut meliputi; Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu juga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.
"Warga di sekitar gunung diimbau untuk mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," kata Lana, dilansir Antara, Jumat (28/8/2026).
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api perlu diperoleh melalui sumber resmi.
"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Lewotobi Laki-laki," kata Lana.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta terus memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mematuhi setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. (*)
Editor : Almasrifah