​1 September Memperingati Hari Apa? Ada Lahirnya Polwan dan Sentuhan Surat Tangan

Ilmidza • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:31 WIB
Ilustrasi kalender September 2026.
Ilustrasi kalender September 2026.

KALTIMPOST.ID, Tanggal 1 September menjadi momentum bersejarah yang diperingati secara nasional maupun internasional. Selain memperingati Hari Polisi Wanita (Polwan) di dalam negeri, tanggal ini juga dirayakan sebagai Hari Penulisan Surat Sedunia. Meski lahir dari latar belakang yang jauh berbeda, kedua peringatan ini sama-sama mengusung pesan historis yang tetap bermakna hingga era modern.

Revolusi Pemeriksaan: Lahirnya Cikal Bakal Polwan

​Kiprah institusi Polwan di Indonesia tak lepas dari situasi darurat pada era mempertahankan kemerdekaan. Mengutip catatan sejarah Museum Polri, pembentukan Polwan berawal dari kebutuhan praktis penegakan hukum di lapangan pada awal 1948.

​Kala itu, aparat kepolisian kerap menemui kendala saat harus memeriksa fisik korban, saksi, maupun tersangka perempuan. Melibatkan istri anggota polisi atau pegawai sipil perempuan sempat menjadi opsi darurat, namun dinilai kurang efektif lantaran keterbatasan wewenang serta pelatihan resmi.

​Kondisi tersebut memicu reaksi dari organisasi perempuan dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi. Mereka mendesak pemerintah agar membuka ruang bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan kepolisian formal.

​Gayung pun bersambut. Pada 1 September 1948, enam perempuan muda resmi diterima sebagai siswa angkatan pertama. Enam sosok pelopor Polwan tersebut adalah:

​Seiring berjalannya waktu, peran Polwan kian krusial. Tidak sekadar menangani kasus kejahatan anak dan perempuan, para srikandi bhayangkara ini kini memegang peranan strategis di berbagai lini operasional kepolisian.

Romantisme Tulisan Tangan di Era Serba Digital

​Pada hari yang sama, warga dunia juga merayakan Hari Penulisan Surat Sedunia. Di tengah kepungan teknologi pesan instan dan media sosial, tradisi berkirim surat lewat kertas mungkin terkesan kuno, namun menyimpan nilai sentimental yang mendalam.

​Peringatan ini diinisiasi oleh Richard Simpkin. Ia tergerak menghidupkan kembali budaya bersurat setelah merasakan kebahagiaan personal setiap kali menemukan surat tulisan tangan di kotak surat rumahnya.

​Sebagai langkah nyata, Simpkin sempat memprakarsai proyek berkirim surat bertajuk Australian Legends kepada sejumlah tokoh terkemuka. Lewat goresan tinta tersebut, ia mengajak para tokoh untuk berdialog personal, mengatur sesi wawancara, hingga pemotretan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kecepatan pesan digital, ada kehangatan dan kejujuran emosi yang hanya bisa tersampaikan lewat lembaran kertas tulisan tangan.

Editor : Ilmidza
Kalender 2026