KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan tingkat curah hujan di mayoritas wilayah Indonesia bakal didominasi kategori rendah hingga menengah sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026. Intensitas hujan di sebagian besar daerah diperkirakan berada di bawah 50 mm per dasarian akibat pengaruh kuat fenomena cuaca global.
Kondisi cuaca yang cenderung kering ini dipicu oleh kombinasi El Nino berkategori sangat kuat serta dampak Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena atmosfer tersebut menekan pasokan uap air sehingga membatasi potensi pembentukan awan hujan secara nasional.
Sebaran Wilayah dan Potensi Hujan Lokal
- Wilayah Dominan Kering (Curah Hujan Rendah): Sumatera bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, mayoritas Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. Curah hujan secara umum berada di kisaran 0–150 mm per dasarian.
- Wilayah Berpotensi Awan Hujan (Sedang–Tinggi): Sumatera bagian utara, Sulawesi bagian barat, serta Papua bagian utara.
- Area Aktivitas Gelombang Atmosfer (MJO & Rossby Ekuator): Terdeteksi aktif di pesisir utara Aceh, Selat Malaka utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru, serta pesisir timur Papua Selatan pada rentang 31 Agustus–6 September 2026.
Meski cuaca kering mendominasi, BMKG mencatat hujan lokal berdurasi singkat masih berpeluang turun secara sporadis di sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hal ini didukung adanya daerah konvergensi dan konfluensi massa udara di sekitar Laut Natuna Utara, Selat Makassar, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Editor : Ilmidza