Gus Kikin Targetkan Penyusunan Kepengurusan Baru PBNU Selesai Lebih Cepat

Ilmidza • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:14 WIB
Gus Kikin (Foto : Kabar Terdepan Pinterest)
Gus Kikin (Foto : Kabar Terdepan Pinterest)

KALTIMPOST.ID, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih hasil Muktamar Ke-35 NU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, membuka peluang percepatan pembentukan struktur kepengurusan PBNU periode 2026–2031. Proses yang semula ditargetkan memakan waktu maksimal satu bulan diproyeksikan bakal rampung lebih awal.

​Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, menyampaikan bahwa setelah penetapan ketua umum, agenda berikutnya adalah menyusun rencana kerja tim formatur. Tim ini mengemban amanah untuk merampungkan jajaran pengurus baru dalam rentang waktu paling lambat satu bulan.

​Tim formatur tersebut diisi oleh sejumah perwakilan wilayah:

​Gus Kikin menegaskan bahwa tenggat satu bulan hanyalah batas maksimal. Mengingat roda organisasi harus segera bergerak, ia mendorong agar penyusunan jajaran kepengurusan dapat dipercepat.

​"Target sebulan itu batas maksimal. Tentu kita butuh bergerak cepat, jadi seharusnya bisa selesai lebih awal. Penyusunan struktur ini pekerjaan utama sebelum kita mengeksekusi program-program organisasi," ujar Gus Kikin, Selasa (1/9).

​Terkait nama-nama kandidat ketua umum yang tidak terpilih—seperti KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Abdul Ghofar Rozin—Gus Kikin memastikan seluruh potensi terbaik di tubuh NU akan dirangkul dan dioptimalkan dalam struktur baru.

​Ia menegaskan komitmennya untuk berpegang teguh pada Qanun Asasi sebagai kompas kepemimpinan lima tahun ke depan. Pedoman tersebut memuat landasan strategis pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi warga, serta pengelolaan aset organisasi.

​"Buku Qanun Asasi menunjukkan betapa inklusif dan terbukanya NU. Kebersamaan dan persatuan adalah intinya. Semua potensi akan kita wadaahi agar pengembangan SDM maupun sektor ekonomi NU bisa berjalan maksimal," tegasnya.

​Pasangan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 ditetapkan secara mufakat melalui mekanisme musyawarah sembilan kiai sepuh dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Editor : Ilmidza
Gus kikin