KALTIMPOST.ID, Hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 95W di perairan Samudra Pasifik sebelah timur laut Papua. Kehadiran sistem ini memicu serangkaian fenomena atmosfer, termasuk pembentukan area konvergensi (perlambatan angin), konfluensi (pertemuan angin), hingga low level jet.
Kondisi dinamika atmosfer akibat bibit siklon 95W tersebut terbentang dari Laut China Selatan, Laut Filipina, perairan utara Papua, hingga kawasan di sekitar pusat sistem itu sendiri. Dampaknya, potensi pembentukan awan hujan meningkat pesat di sekitar lokasi bibit siklon maupun sepanjang lintasan arus angin tersebut.
Peta Sebaran Dinamika Atmosfer di Wilayah Indonesia
- Daerah Konvergensi: Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Papua, serta Papua Pegunungan.
- Daerah Konfluensi: Perairan barat dan utara Aceh, Selat Malaka utara, Teluk Thailand, Laut China Selatan, hingga Samudra Pasifik di timur Filipina.
Mengingat tingginya potensi pertumbuhan awan hujan akibat kombinasi fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Editor : Ilmidza