Tembus 3 Ribu Korban! Cek Daftar Kasus Keracunan Makanan MBG Parah Selama 2026

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi puluhan siswa SMA 3 Nganjuk, Jatim, diduga keracunan setelah menyantap menu nasi goreng MBG.(generate ai)
Ilustrasi puluhan siswa SMA 3 Nganjuk, Jatim, diduga keracunan setelah menyantap menu nasi goreng MBG.(generate ai)

KALTIMPOST.ID, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keprihatinan publik. Insiden dugaan keracunan massal yang melanda santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencatat angka korban mencapai 566 orang dan masih berpotensi bertambah seiring proses pemutakhiran data.

​Kejadian di Sidoarjo memperpanjang daftar hitam insiden keselamatan pangan MBG sepanjang tahun 2026. Redaksi JawaPos.com mencatat lima kasus keracunan MBG dengan jumlah korban terbesar di Indonesia sepanjang tahun ini:

1. Grobogan, Jawa Tengah: 803 Korban

​Insiden terbesar melanda Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada awal Januari 2026. Sebanyak 803 orang dari sejumlah sekolah dan pondok pesantren mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi hidangan dari SPPG Gubug Kwaron 1. Dari total korban, 115 orang harus menjalani perawatan rawat inap. Hasil investigasi awal menduga menu olahan ayam sebagai penyebab utama, sementara seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

2. SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah: 707 Korban

​Pada 31 Juli 2026, sebanyak 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang mengalami gejala keracunan. Hasil investigasi Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan pelanggaran SOP berat di dapur penyedia: dari 19 standar operasional, hanya 3 yang dipatuhi. Makanan olahan rendang diketahui telah dimasak sejak pukul 21.00 WIB malam sebelumnya, dan pengujian laboratorium mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri E. coli.

3. Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur: 566 Korban

​Berawal pada 1 September 2026, ratusan santri Ponpes Manba'ul Hikam beserta siswa dari sekolah sekitar mengalami keracunan usai menyantap makanan pasokan SPPG Kalitengah. Data BGN mencatat 512 siswa mendapat penanganan medis, di mana 80 anak masih menjalani rawat inap, 120 dalam observasi, dan 312 sisanya telah dipulangkan. Dapur SPPG Kalitengah kini dihentikan sementara untuk pemeriksaan sampel makanan.

4. SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah: 545 Korban

​Kasus yang terjadi pada akhir Januari 2026 ini menimpa 545 siswa SMAN 2 Kudus usai mengonsumsi menu soto ayam dari SPPG Purwosari Kapasan. Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kudus yang dirilis 4 Februari 2026, sampel kuah soto dan sambal dipastikan positif terkontaminasi bakteri E. coli.

5. Depapre, Jayapura, Papua: 543 Korban

​Insiden di Distrik Depapre pada awal Agustus 2026 mencatat 543 korban yang terdiri dari lintas kelompok penerima manfaat, mulai dari balita, siswa PAUD-SMP, ibu hamil, hingga lansia. Pemeriksaan sampel makanan oleh Pemkab Jayapura juga mengonfirmasi adanya paparan bakteri E. coli.

​Akumulasi dari lima insiden terbesar ini mencatat sedikitnya 3.164 orang menjadi korban akibat kelalaian dan buruknya pengawasan standar keamanan pangan pada program MBG di berbagai daerah.

Editor : Ilmidza
keracunan masal Keracunan Makanan Bergizi Gratis